PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Semangat kebersamaan dan harapan baru kembali menyelimuti Jemaat GKE Langkai seiring dimulainya pembangunan kembali Gedung Gereja Maranatha. Dalam momentum ibadah syukur yang berlangsung pada Kamis, 31 Juli 2025, Ketua Panitia Pembangunan, Rawing Rambang, menyampaikan kabar gembira yang menjadi titik terang dalam proses pembangunan gereja yang sempat terhenti akibat kebakaran.

Dalam keterangannya, Rawing Rambang mengungkapkan rasa syukur dan kekagetan atas dukungan luar biasa dari Gubernur Kalimantan Tengah.

“Kita tidak pernah menyangka akan mendapat bantuan dari Gubernur Kalteng tahun ini sebesar 20 miliar rupiah, dan tahun depan 20 miliar lagi,” ujarnya.

Bantuan ini menjadi suntikan moral dan finansial yang sangat berarti bagi panitia dan jemaat yang telah lama mendambakan rumah ibadah yang layak.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, panitia juga mencatat partisipasi aktif dari masyarakat. Sejak insiden kebakaran yang menimpa gereja, masyarakat telah menggalang dana sebesar 1,2 miliar rupiah.

"Dukungan ini mencerminkan solidaritas yang tinggi serta keyakinan akan pentingnya gereja sebagai pusat spiritual dan komunitas. Kami akan pertanggungjawaban dana ini karena seperti selalu saya katakan, bantuan dari masyarakat ini bukan karena mereka kaya tetapi karena di tengah kekurangan mereka bersedia untuk membantu membangun kembali Gereja ini sehingga harus kita jaga benar-benar dana yang dipercayakan ini," tegas Rawing.

Rawing menambahkan bahwa pembangunan kembali gereja bukan semata soal fisik bangunan, tetapi juga sebagai simbol pemulihan semangat pelayanan dan komitmen jemaat. Ia berharap agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga gereja kembali menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah dan berkegiatan sosial.

Panitia dan jemaat saat ini tengah menyusun rencana pembangunan secara menyeluruh agar dana yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Transparansi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen menjadi prinsip utama dalam mengawal proyek yang menjadi harapan bersama ini.

Ibadah syukur yang digelar hari ini bukan hanya sebagai perayaan awal pembangunan, tetapi juga sebagai wujud penghargaan atas dukungan yang telah diterima. Gereja Maranatha yang baru diharapkan menjadi lambang semangat baru, tempat tumbuhnya pengharapan, cinta kasih, dan pengabdian bagi sesama. (TESTI PRISCILLA/j)