PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti memaparkan beberapa peristiwa ini memberikan pengaruh pada angka inflasi dan deflasi di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" pada Juli 2025.

"Produksi cabai rawit dari petani lokal menurun karena belum memasuki masa panen, sehingga harga cabai mengalami kenaikan. Selain itu pasokan dari luar provinsi seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan Jawa juga sedikit," kata Agnes menyampaikan Berita Resmi Statistik atau BPS pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Selain itu, ada kondisi gagal panen pada tanaman tomat. Gagal panen di beberapa daerah penghasil tomat lokal ini menyebabkan kenaikan harga.

"Harga daging ayam ras juga sempat naik di awal Juli 2025 karena berkurangnya pasokan ayam siap potjug," terangnya. 

Sementara itu penyesuaian harga BBM yang terjadi di bulan yang sama juga turut memberi pengaruh. Mulai 1 Juli 2025, pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

"Selain itu, sebagai stimulus ekonomi, pemerintah memberikan diskon transportasi dan tarif tol sepanjang Juni–Juli 2025," tuturnya.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan Juli 2025 ini menurut Agnes mengakibatkan Kalteng mengalami inflasi Year-on-Year atau y-on-y sebesar 2,13 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 2,58 persen. (TESTI PRISCILLA/j)