BORNEONEWS, Nanga Bulik - Perlombaan Seni Tari Babukung resmi dimulai Sabtu (29/10/2016) tepatnya pukul 09.00 WIB. Perlombaan pementasan seni tari ini merupakan agenda inti dari pelaksanaan Festival Babukung 2016.

Peserta merupakan para kontingen perwakilan dari seluruh desa (85 desa) dan tiga kelurahan di Kabupaten Lamandau.

Dari pantauan Borneonews, pelaksanaan lomba pentas seni tari Babukung di hari pertama berlangsung lancar. Meski dalam pelaksanaan sempat diwarnai suasana hujan rintik-rintik tepatnya selepas jeda istirahat pukul 13.30 WIB, namun hal itu tidak lantas mengganggu jalannya lomba.

Sebagaimana ditetapkan penitia sejak awal, perlombaan dibagi di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama di halaman Kantor Bupati Lamandau, dan lokasi kedua dikonsentrasikan di Bundaran Rusa.

Hal yang sama juga berlaku untuk menentukan 12 jenis atau kategori Bukung yang resmi dilombakan. Sehingga, dari 12 kategori ini dibagi dua, masing-masing tempat melombakan enam kategori.

Untuk yang berlomba di halaman Kantor Bupati antara lain adalah Bukung Bahayo (Buaya), Bukung Tingang (Burung), Bukung Naga, Bukung Bajang (Rusa), Bukung Hundang (Udang) dan Bukung Bamba (Kupu-kupu).

Sedangkan untuk yang mengambil titik di Bundaran Rusa, antara lain adalah Kategori Bukung Sadap (Belanda), Bukung Kudu (Anjing), Bukung Lelawar (Kelelawar), Bukung Kompadi, Bukung Bekaka dan Bukung Hantu.

"Kita bersyukur perlombaan hari pertama ini berjalan lancar, semoga kondisi ini berlangsung lancar hingga Festival ini berakhir nanti," ungkap Ketua Panitia Festival Babukung 2016 FX. Perwiragato di sela-sela kegiatan.

Sementara itu,  juri yang bertugas untuk memberikan penilaian di setiap lokasi perlombaan ini berjumlah delapan juri yang terdiri dari enam juri lokal serta 2 orang lainnya merupakan juri tamu yang tak lain adalah para ahli yang sengaja diundang dari perguruan tinggi seni terkemuka di Indonesia.

Sementara itu perlombaan di hari pertama berakhir hingga pukul 17.00 WIB. Selama perlombaan, ratusan masyarakat baik lokal maupun dari luar daerah tampak sengaja datang untuk menyaksikan dan menikmati tontonan khas produk budaya asli Dayak Tomun Lamandau ini.

Di hari pertama perlombaan, panitia memastikan bahwa lebih dari 50 kontingen telah unjuk kebolehan.

Peserta yang belum tampil di hari pertama, pelaksanaan lomba akan dilanjutkan pada Minggu (30/10/201/) pagi. (HENDI NURFALAH/m)