BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Hamidhan, secara resmi membuka Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan In House Training di MTsN 2 Kapuas. Acara ini diselenggarakan dari 31 Juli hingga 1 Agustus 2025 dengan fokus meningkatkan kompetensi pendidik melalui penerapan "Kurikulum Berbasis Cinta".
Mengawali sambutannya, Hamidhan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif MTsN 2 Kapuas. Menurutnya, langkah ini sangat penting dan strategis dalam menyiapkan guru-guru yang kompeten dan berkualitas.
"Kegiatan ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi para pendidik," ucap Hamidhan.
Tema "Kurikulum Berbasis Cinta" menjadi sorotan utama dalam pelatihan kali ini. Menurut Hamidhan, pendekatan holistik ini dirancang untuk menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan perdamaian di tengah masyarakat yang beragam.
"Kurikulum ini membawa pesan cinta kasih dan toleransi sejak dini, menciptakan pendidikan yang inklusif dan damai," jelasnya.
Model pengembangan kurikulum ini berfokus pada empat pilar utama yaitu cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah), cinta kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan (suku, ras, agama), kepedulian terhadap lingkungan (Hablum Bil Bi’ah), dan cinta kepada tanah air (Hubbul Wathan). Keempat pilar ini dirancang untuk membangun karakter generasi muda yang lebih baik.
"Dengan Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa seawal mungkin," tambahnya, menyoroti urgensi pendidikan karakter di usia dini.
Dalam penutup sambutannya, H. Hamidhan mengingatkan peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar.
"Ikuti dengan saksama dan terapkan dalam proses belajar agar pendidikan kita semakin bermakna," ujarnya. (SABRIANOOR/Y)









