BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, menyoroti pentingnya program makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil sebagai upaya konkret dalam meningkatkan gizi masyarakat serta mencegah kasus stunting di wilayah kota.
Menurutnya, kebutuhan gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh.
“Program pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil harus terus diperkuat. Ini bagian dari upaya jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di Palangka Raya,” ujar Hasan, Jumat, 1 Agustus 2025.
Ia juga menekankan perlunya pengawasan dan evaluasi terhadap efektivitas distribusi makanan tambahan agar tepat sasaran dan sesuai standar kebutuhan gizi.
Selain itu, keterlibatan kader posyandu dan tenaga kesehatan di lapangan dinilai sangat krusial dalam mendampingi ibu hamil dan keluarga balita.
“Jangan sampai ada bantuan makanan tambahan yang tidak dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya edukasi. Perlu sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, PKK, hingga perangkat kelurahan,” tambahnya.
Hasan menyatakan bahwa Komisi III DPRD siap mengawal dan memberikan dukungan anggaran terhadap program-program yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, terutama dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah kota.
Ia berharap perhatian terhadap gizi ibu hamil dan balita tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi benar-benar menjadi prioritas bersama demi masa depan generasi Palangka Raya yang lebih baik. (MARINI/Y)









