BORNEONEWS, Nanga Bulik - Perlombaan pentas seni tari Babukung yang diagendakan dalam rangkaian Festival Babukung kabupaten Lamandau 2016 ini ternyata tidak main-main.

Atraksi seni tari yang dikompetisikan ini dipastikan tidak hanya sekadar pelaksanaan event rutin tahunan yang seringkali dianggap formalitas. Untuk mencari pemenang lomba yang berkualitas di tahun ini, para juri telah menentukan sejumlah kriteria khusus untuk menentukan pemenang. Kriteria itu setidaknya telah terangkum dalam 6 poin penting yang menjadi dasar penilaian juri.

"Berdasarkan keputusan rapat dewan juri yang kami (panitia) terima, para juri akan melakukan penilaian lomba berdasarkan enam poin. Keenam poin tersebut mencakup seluruh aspek, mulai dari koreografi, kostum, musikalitas dan sebagainya," kata Panitia Festival Babukung 2016 yang menangani Bidang Lomba, Sata Umani, Sabtu (29/10/2016).

Sata Umani, yang juga merupakan tokoh adat di Kabupaten Lamandau yang berasal dari Kecamatan Delang itu, juga membeberkan bahwa keenam aspek yang dinilai itu adalah Wiraga, Wirama, Wirasa, Wiruha, Penyajian, dan Waktu Penampilan.

Wiraga, sambung Sata, penilaian berdasarkan pada dasar keterampilan gerak tubuh yang mengekspresikan jiwa penari. Adapun Wirama, adalah penilaian pada aspek pola untuk mencapai gerak yang harmonis (tempo, lenggak lenggok si penari) dan semacamnya. Wirasa, tingkatan penghayatan penjwaan, seperti halnya sikap tegas, lembut, gagah yang diekspresikan baik dalam gerakan maupun mimik muka.

"Adapun Wiruha adalah aspek keserasian antara penampilan, kostum dan tipa' (musik pengiring). Untuk Penyajian atau penampilan yang dinilai adalah aspek keutuhan tarian secara menyeluruh," katanya.

Adapun aspek keenam yang menjadi aspek penilaian juri adalah ketepatan waktu. Dalam hal ini juri akan mempertimbangkan apakan peserta yang tampil itu mampu memanfaatkan waktu yang diberikan dalam perlombaan tersebut dengan efektif atau tidak.

Artinya, dengan waktu tampil selama tujuh menit, peserta harus mampu memanfaatkannya dengan menampilkan enam pola lantai (formasi) yang diwajibkan dalam perlombaan tersebut dengan tepat. (HENDI NURFALAH/m)