PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Momentum kebersamaan dan komitmen akademik mewarnai pelantikan Pengurus Forum Pimpinan Pascasarjana (FORPIMPAS) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat yang dilaksanakan di Universitas Palangka Raya pada Kamis, 31 Juli 2025.

Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua BKS PTN Wilayah Barat, Prof Ir Salampak, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Palangka Raya.

Prof Salampak dalam sambutannya menekankan bahwa sinergi antarperguruan tinggi di wilayah barat sangat penting untuk mendukung penguatan mutu pendidikan pascasarjana.

“FORPIMPAS bukan sekadar forum koordinatif, tetapi wadah aktualisasi gagasan dan inovasi yang berdampak luas,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya dalam Nasional dan Rapat Kerja Nasional BKPSL Indonesia pagi harinya Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas, mewakili Rektor Universitas Andalas, Prof Apt Henny Lucida, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan seluruh anggota FORPIMPAS dalam memajukan pendidikan tinggi berbasis riset dan kolaborasi lintas institusi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memperkuat jejaring kerja sama berbasis keilmuan.

“Salah satu kekuatan kita terletak pada kemampuan memadukan visi akademik dan relevansi sosial. Pascasarjana harus menjadi motor intelektual perubahan,” katanya.

Sambutan yang menguatkan peran perguruan tinggi juga disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup, Nur Adi Wardoyo. Ia menggarisbawahi pentingnya peran kampus dan akademisi dalam memahami situasi lingkungan serta turut ambil bagian dalam pembangunan berkelanjutan.

“KLH bukan hanya regulator, tetapi mitra strategis dalam transformasi akademik dan ekologis,” tuturnya.

Wardoyo mendorong pemanfaatan teknologi dan riset kampus dalam mengatasi tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks. Ia juga menilai bahwa kampus memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi untuk keberlanjutan.

“Kita harus memantik partisipasi mahasiswa dan dosen dalam menciptakan solusi ekologis berbasis sains dan nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi di Indonesia tak sekadar menimba ilmu, tetapi juga merawat semangat kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Dari Palangka Raya, semangat perubahan akademik-ekologis dikobarkan menuju Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Prof Rahmawaty, salah satu akademisi yang terlibat dalam rangkaian kegiatan ini menyambut baik sinyal kemitraan tersebut. Guru Besar di Universitas Sumatera Utara ini mengajak para akademisi untuk menjembatani riset dengan kebijakan.

“Kita tidak bisa bicara tentang sawit berkelanjutan tanpa data, inovasi, dan komitmen bersama,” kata Rahmawaty kepada Borneonews pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Seminar ini juga memuat pelantikan pengurus baru FORPIMPAS Wilayah Barat untuk periode 2025–2027. Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaboratif antar-pascasarjana untuk merancang kurikulum dan penelitian yang responsif terhadap isu lingkungan.(TESTI PRISCILLA/R)