PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit terus mendapat perhatian serius dari pelaku industri dan akademisi regional.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menjadi tuan rumah kunjungan delegasi Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) dari Indonesia dan Malaysia, yang terdiri dari sejumlah akademisi lintas negara.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Scientific Committee CPOPC yang bertujuan meninjau langsung implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam industri sawit.

Delegasi berkesempatan melihat berbagai inisiatif SSMS yang mengedepankan pendekatan ramah lingkungan dan pelestarian ekosistem, termasuk konservasi orangutan dan kemitraan perhutanan sosial.

Dept Head Sustainability Corporate PT SSMS Tbk, Andri Najiburrahman, menjelaskan bahwa perusahaan mengedepankan konsep “lebih dari sekadar wacana” dalam praktik keberlanjutan.

“Kami tidak hanya bicara net zero emission, tetapi juga memastikan keanekaragaman hayati tetap terjaga melalui riset, edukasi, dan kolaborasi multipihak,” ujarnya dalam rilis pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Selama kunjungan, para delegasi meninjau dua lokasi strategis milik SSMS, yakni Sulung Research Station (SRS) dan Pabrik Kelapa Sawit Sulung.

Di SRS, mereka melihat langsung program pemulihan habitat dan konservasi satwa endemik, termasuk orangutan, yang dikelola secara terpadu bersama lembaga konservasi.

Menurut Andri, keberadaan fasilitas riset seperti SRS menjadi bukti bahwa industri sawit dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sawit berkelanjutan bukan hanya slogan, tetapi bisa dibuktikan lewat data dan praktik di lapangan,” katanya.

Melalui kunjungan ini, SSMS berharap pengalaman dan masukan dari para akademisi CPOPC dapat memperkuat sinergi regional dalam mendorong transformasi industri sawit yang lebih hijau dan inklusif.(TESTI PRISCILLA/R)