BORNEONEWS, Banjarbaru - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UID Kalselteng) mengintensifkan edukasi terkait keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.
General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono di Banjarbaru, Jumat, 1 Agustus 2025 menjelaskan, sosialisasi ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen PLN untuk menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bahaya listrik yang kerap tidak terlihat secara kasat mata.
Dia menuturkan kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan kewaspadaan serta pemahaman masyarakat mengenai potensi bahaya listrik, terutama menjelang marak pemasangan bendera dan umbul-umbul di sekitar jaringan listrik saat menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia
Dia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, terutama di bulan kemerdekaan yang identik dengan pemasangan atribut nasional di ruang publik.
Menurut Iwan, edukasi ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam mengurangi risiko kecelakaan akibat kelalaian di sekitar jaringan listrik.
“Sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan ini kami gencarkan lagi supaya masyarakat semakin waspada terhadap potensi bahaya, apalagi menjelang perayaan kemerdekaan yang banyak atribut dipasang di jalanan,” kata Iwan.
Selain itu, ucap Iwan, PLN juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi ketentuan jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik bertegangan 20 kV sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2013 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ketenagalistrikan.
Untuk memperkuat pemahaman masyarakat, PLN menghadirkan demonstrasi korsleting listrik dengan menggunakan alat bantu visual. Melalui simulasi ini, warga bisa menyaksikan secara langsung bagaimana kecelakaan dapat terjadi akibat pelanggaran terhadap prosedur keselamatan, sehingga diharapkan lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar jaringan listrik.
Selain itu, petugas PLN turut membagikan materi edukatif dalam bentuk brosur dan pamflet.
Materi tersebut memuat panduan lengkap tentang penggunaan listrik yang aman, cara mengenali potensi bahaya, hingga langkah-langkah penanganan ketika terjadi kondisi darurat kelistrikan di lingkungan sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan. Semakin baik pemahaman yang dimiliki, semakin kecil pula risiko terjadinya kecelakaan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib energi,” pungkas Iwan Soelistijono.
Untuk diketahui, edukasi yang dilakukan PLN ini dikemas secara interaktif melalui beberapa metode, antara lain penjelasan teknis di lapangan, simulasi potensi bahaya, hingga pembagian materi bacaan berupa brosur.
Pendekatan yang bervariasi ini diharapkan lebih mudah dipahami masyarakat, sehingga mereka dapat mengenali risiko dan menerapkan langkah yang tepat saat berada di dekat instalasi listrik.
ANTARA









