BORNEONEWS, Buntok - Stok blangko Kartu Tanda Penduduk  Elektronik atau e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Barito Selatan habis. 

Kepala Dinas Dukcapil Barito Selatan Nyamei Tumbai mengatakan, stok blangko e-KTP ini habis dalam beberap harilalu. Ini terjadi tidak hanya di Barsel, namun di seluruh Indonesia. 

“Berdasarkan informasi yang kita terima, blangko e-KTP ini kemungkinan akan mulai ada sekitar akhir November atau pada awal Desember 2016. Pengadaannya dari pemerintah pusat,” kata Nyamei Tumbai kepada Borneonews, Minggu (30/10/2016). 

Ia membeberkan, kekosongan itu terjadi lantaran adanya pemangkasan untuk pencetakan blangko dari pemerintah pusat dan kemudian pemangkasannya dibatalkan kembali. 

Meskipun  demikian, lanjut dia, pihaknya tetap akan melakukan perekaman atau melayani warga yang melakukan perekaman baik di kantor Disdukcapil maupun di sejumlah kecamatan.    

“Dengan adanya kekosongan blangko itu, kita meminta masyarakat untuk bersabar sampai blangkonya dikirim dari pusat,” ucap dia. 

Ia menjelaskan, e-KTP yang memang betul-betul diperlukan oleh masyarakat, maka Disdukcapil akan memberikan surat keterangan pengganti KTP sampai blangkonya sudah tersedia. 

Untuk itu, pihaknya memberikan surat keterangan kepada mereka yang sudah terekam datanya. Ini untuk mengantisipasi bagi mereka yang berhak memilih, namun tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

Terkait hal itu, lanjut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum setempat. Jika tidak disetujui, maka akan banyak orang tidak masuk dalam DPT. Ini artinya orang tersebut tidak bisa memilih dan kehilangan hak suaran. 

“Karena wajib KTP yang sudah terekam datanya sekitar 91 persen dan sisanya sekitar 8 ribu wajib KTP di Barsel yang belum terekam. Perekaman tersebut kemungkinan rampung pertengahan 2017,” jelas dia. (URIUTU DJAPER/m)