BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Wisata Danau Sembuluh kini semakin diminati oleh para pengunjung, baik dari kalangan lokal maupun luar daerah.
Keindahan alam, kekayaan sejarah, hingga sajian wisata susur danau menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Kepala Desa Sembuluh II, Ahmad Syukur, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki sejumlah objek wisata menarik yang bisa dikunjungi. Mulai dari Teluk Sebongkok di Desa Sembuluh I, hingga Dermaga Pisew, Batu Menangis, dan situs sejarah Meriam peninggalan Belanda di Desa Sembuluh II.
“Harapan kami ke depan ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten melalui penetapan SK Desa Wisata, serta dukungan dari desa sekitar, terutama Desa Bangkal yang merupakan pintu masuk ke Sembuluh,” ujar Ahmad Syukur, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Guna mendukung kunjungan wisata, Desa Sembuluh II juga menghadirkan inovasi wisata berbasis komunitas. Salah satunya adalah pembukaan Pesisir Sembuluh Café yang dikelola oleh Karang Taruna.
Kafe ini menjadi tempat favorit baru untuk bersantai sambil menikmati panorama danau, ditemani alunan musik dan sajian kuliner lokal.
“Pengunjung cukup ramai, apalagi setiap akhir pekan dan setelah tanggal gajian. Target utama kami adalah para karyawan perusahaan besar perkebunan kelapa sawit yang ada di sekitar desa,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya promosi dan pengembangan infrastruktur, Pemerintah Desa Sembuluh II berharap kawasan Danau Sembuluh bisa menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Seruyan.
Potensi wisata alam yang berpadu dengan wisata sejarah dan kearifan lokal diyakini mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah. (FAHRUL/H)









