BORNEONEWS, Sampit - SMA Negeri Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur membuat terobosan dengan menggunakan absensi online atau sistem finger print untuk semua siswanya. Absensi kehadiran itu secara otomatis langsung terkirim ke ponsel para orang tua siswa.
“Mulai 24 Oktober program finger print kami terapkan di sekolah ini. Program ini, begitu siswa absen akan langsung terkirim pemberitahuan melalui sms kepada orangtuanya masing-masing bahwa anak mereka masuk sekolah jam sekian misalnya,” kata Kepala SMA Negeri 1 Sampit, M Darma Setiawan saat puncak HUT ke 54 sekolah itu, Sabtu (29/10/2016).
Dalam pelaksanaannya, sekolah menerapkan absensi dua kali sehari. Yakni pada pagi, saat siswa masuk sekolah dan siang atau sore saat siswa pulang sekolah.
Dengan adanya program tersebut, sekolah maupun orang tua dapat memantau keberadaan siswa atau anak mereka saat jam sekolah. Terlebih bagi orangtua. Sebab, ketika anak mereka tidak masuk sekolah akan ketahuan dengan tidak adanya sms absensi yang masuk. Begitu juga ketika jam pulang sekolah.
“Siswa tidak bisa lagi membohongi orangtua, karena akan ketahuan langsung dari absen ini,” kata Darma.
Selain menerapkan sistem absensi online untuk siswa yang merupakan program cyberschool, sekolah peraih Adiwiyata Mandiri ini juga akan mengembangkan 15 program lainnya, meliputi, penerimaan peserta didik baru, sistem akademik, kios k informasi, absensi fingerprint siswa dan guru.
Selanjutnya, ujian online atau virtual class, CCTV, website sekolah, TV sekolah online, majalah digital. Sistem BP/BK online. Perpustakaan digital, sistem keuangan online, sms gateway, digital center, smart card, dan video conference.
Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 1 Sampit Salapudinnor mengapresiasi terobosan yang dilakukan pihak sekolah guna meningkatkan pengawasan terhadap anak didik.
“Kami sebagai orangtua merasa tenang jika ada program seperti ini, karena keberadaan anak kami terutama pada jam sekolah kami ketahui. Mereka pulang pun kami langsung tahu. Tidak bisa lagi mereka beralasan terlambat atau kemana karena sudah ada sms absennya di sekolah masuk ke kami,” kata Salapudinnoor.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Ahmad Syaifudi mengatakan, sudah selayaknya pengembangan tekhnologi di sekolah mengikuti perkembangan zaman.
“SMA Negeri 1 Sampit adalah sekolah rujukan di Kotim. Ini sangat positif untuk pengembangan dan pengawasan peserta didik berbasis tehnologi,” katanya. (RAFIUDIN/m)








