BORNEONEWS, Barito Kuala - Struktur tanah gambut yang tidak stabil dan lunak sering kali menjadi tantangan besar bagi pembangunan, terutama jika konstruksi tidak didesain secara khusus untuk kondisi tersebut. Pondasi yang kurang kuat atau tidak sesuai standar dapat bergeser dan menyebabkan kerusakan fatal pada bangunan seiring berjalannya waktu.
Salah satu insiden yang diduga akibat kurang matangnya pondasi rumah pada lahan gambut ini terjadi pada sebuah rumah di Jalan Meranti 6, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Rumah berkonstruksi beton tersebut ambruk pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
"Faktor rapuhnya konstruksi bangunan di lahan gambut kembali diduga menjadi penyebab utama," ucap Sani, salah satu warga setempat. Ia juga menyebutkan bahwa jenis tanah di sekitar kawasan tersebut berjenis lahan gambut.
Beruntung dalam kejadian ini, dua orang yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum bangunan runtuh menimpa bagian dalam.
Dari video yang beredar di media sosial, kondisi rumah tersebut terlihat sangat parah. Bangunan hampir rata dengan tanah, dengan bagian atap yang bergeser dan menutupi sebagian besar sisa-sisa material rumah. Puing-puing berserakan, memperlihatkan betapa dahsyatnya keruntuhan yang terjadi.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin segera dihubungi untuk menangani situasi. Sani menyebutkan bahwa selain BPBD, pihak terkait juga langsung bertindak cepat, salah satunya dengan memutus aliran listrik di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kejadian ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan lahan gambut, untuk selalu memperhatikan kualitas dan kekuatan konstruksi rumah mereka. Pemeliharaan rutin dan pengecekan kondisi bangunan secara berkala juga sangat penting untuk mendeteksi potensi kerusakan sedini mungkin dan mencegah insiden serupa terulang kembali. (SABRIANOOR/j)









