BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ribuan masyarakat memadati kawasan Bundaran Pancasila hingga Pangkalan Bun Park dalam kegiatan Jalan Sehat bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan artis ternama Indonesia, Raffi Ahmad serta Gilang Widya Pramana atau yang dikenal dengan nama Juragan 99, Minggu, 3 Agustus 2025.
Jalan sehat yang dimulai dari Bundaran Pancasila dan berakhir di Pangkalan Bun Park ini digelar dalam rangka memperingati dua momentum penting, yakni Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah.
Gubernur menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar olahraga, namun juga sarat makna kebangsaan dan kebersamaan.
"Kegiatan jalan sehat hari ini bukan sekadar untuk berolahraga dan menjaga kebugaran semata, namun juga memiliki makna yang lebih dalam," jelas Gubernur.
Gubernur mengatakan, 2 momen bersejarah yang diperingati ini harus menjadi refleksi atas perjuangan para pahlawan.
"Acara ini kita laksanakan dalam rangka memperingati dua momen bersejarah yang sangat penting bagi kita, yang pertama adalah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, dan Hari Jadi ke 68 Provinsi Kalteng," jelas Gubernur.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pahlawan serta terus mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang berkelanjutan.
"Semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan harus senantiasa kita kenang dan teladani. Kemerdekaan adalah anugerah terbesar yang harus kita jaga dan isi dengan pembangunan yang berkelanjutan," tegasnya.
Kehadiran Juragan 99 dan Raffi Ahmad sebagai tamu spesial sekaligus Utusan Khusus Presiden turut menambah semarak acara. Gubernur pun menyampaikan apresiasinya.
"Pada kesempatan yang berbahagia ini pula kita patut berbangga dan bersyukur, karena jalan sehat hari ini dihadiri Utusan Khusus Presiden sekaligus salah satu artis ternama Indonesia yaitu Mas Raffi Farid Ahmad," jelas Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan masyarakat akan potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki musim kemarau.
"Pada kesempatan ini saya juga berpesan kepada kita semua, sebagaimana informasi dari BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2025 ini. Oleh karena itu, saya mengingatkan agar kita terus meningkatkan kewaspadaan, kesiapan, dan kesiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan," jelas Gubernur. (WAHYU KRIDA/y)









