BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Mayoritas warga yang menghuni lokasi pemukiman Handil Makmur, Desa Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, semula menggantungkan pendapatan mereka dari profesi sebagai nelayan. Namun sekarang, menekuni profesi mencari ikan tersebut, perlahan mulai ditinggalkan. Mereka beralih menjadi buruh perkebunan sawit.

Karena merasa jengah akibat pendapatan dari hasil mencari dan menangkap ikan kian minim, akhirnya membuat puluhan warga Handil Makmur itu memutar haluan usaha dengan terpaksa beralih menjadi buruh perkebunan sawit di Seruyan.

“Banyak warga di sini yang memilih bekerja di perkebunan sawit. Faktor penyebab lainnya karena sulit mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak di wilayah dalam kota Kuala Pembuang dan sekitarnya. Kalau yang bekerja disawitan itu jumlahnya ada mencapai puluhan,” kata Mujianto, seorang warga Handil Makmur kepada Borneonews di sekitar lokasi kediamannya, Minggu (30/10/2016).

Berpindahnya usaha warga yang pernah ditekuni selama ini, menurut Mujianto, juga disebabkan sulitnya pengembangan peningkatan ekonomi bagi masyarakat, terutama yang tinggal di lokasi pemukiman ini.

“Sekarang hanya sebagian kecil saja atau beberapa orang saja yang masih bertahan dengan tetap menekuni pekerjaannya sebagai nelayan. Sementara warga lainnya yang masih berada di lokasi pemukiman, mereka ada yang bekerja sebagai buruh bangunan ataupun petani,” ujar Mujianto yang menekuni usaha sebagai seorang petani padi.

Melihat kondisi pemukiman warga Handil Makmur yang masih sulit berkembang, sempat terlontar kalimat ucapan dari Mujianto, jika lokasi tempat tinggalnya layaknya seperti dianaktirikan, terutama oleh pemerintah Kabupaten Seruyan. Contoh kecil, lanjut dia, kondisi badan jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer untuk menuju ataupun keluar dari lokasi pemukiman Handil Makmur, sampai sekarang tak kunjung diperbaiki.

“Ini jalan kami yang dulu diaspal sekarang sudah rusak parah. Banyak serakan batu koral tajam yang menyembul keluar karena diakibatkan kondisi aspal yang sudah mengelupas. Tak jarang banyak ban kendaraan bermotor yang pecah atau mengalami kebocoran. Kita juga kasian terhadap anak-anak sekolah yang bersepeda harus melalui jalan yang bergelombang batu koral,” keluh dia.

Berkaitan soal kondisi jalan yang rusak itu, lanjut Mujianto, dulunya dibangun (diaspal) beberapa tahun yang lalu semasa Kabupaten Seruyan masih dijabat Bupati Darwan Ali.

“Kami berharap jalan ini bisa segera dilakukan perbaikan untuk memberikan kenyamanan bagi warga sini yang tiap hari melintasi,” pinta dia.

Sementara itu Kepala Desa Pematang Limau Juharto saat ditemui, menyampaikan, untuk ruas jalan menuju Handil Makmur dari informasi yang dia peroleh dari pihak Pemkab Seruyan, direncanakan tahun 2017  dilakukan penanganan atau perbaikan. (PARNEN/m)