BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali menuai apresiasi dari kalangan internasional atas komitmennya terhadap praktik keberlanjutan industri sawit. Delegasi Council of Palm Oil Producing Countries atau CPOPC dari Indonesia dan Malaysia menyatakan kekaguman mereka setelah melihat langsung penerapan prinsip sawit berkelanjutan di fasilitas milik perusahaan.
Director Sustainability & Smallholder CPOPC, Antonius Yudi Triantoro, menyebut kunjungan ke pusat riset Sahabat Riset Sawit (SRS) dan pabrik kelapa sawit Sulung sebagai momen berharga.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan yang luar biasa dan berharga bisa melihat secara langsung bagaimana PT SSMS Tbk. menerapkan prinsip keberlanjutan, khususnya di pusat riset SRS dan pabrik kelapa sawit Sulung. Ini tentu memperkaya wawasan dan pengalaman kami,” ujar Antonius dalam rilis SSMS pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Apresiasi tersebut memperkuat pandangan positif terhadap SSMS yang sebelumnya disampaikan oleh Chief Sustainability Officer Henky Satrio W dan Dept Head Sustainability Corporate SSMS Andri Najiburrahman. Keduanya menekankan bahwa keterbukaan dan kolaborasi menjadi unsur penting dalam membangun industri sawit yang dipercaya dunia.
Delegasi CPOPC menilai pendekatan SSMS mampu mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam operasional perusahaan.
“Di pusat riset SRS, kami menyaksikan berbagai program konservasi seperti penelitian biodiversitas, pemantauan satwa liar, dan pengembangan teknologi rendah emisi,“ tutur Antonius lagi.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk memperkuat praktik keberlanjutan di sektor sawit. Delegasi menyebut SSMS sebagai salah satu contoh nyata bagaimana industri sawit dapat bertransformasi menjadi solusi bagi tantangan iklim global.
Dengan respons positif dari pemangku kepentingan internasional, SSMS terus memperluas komitmennya terhadap keberlanjutan. Perusahaan yakin bahwa pendekatan berbasis ilmu, keterlibatan multipihak, dan transparansi akan mendorong terciptanya industri sawit yang inklusif, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masa depan bumi. (TESTI PRISCILLA/Y)









