PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia atau PSI provinsi Kalimantan Tengah, Eldoniel Mahar, menyoroti urgensi peran aktif Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mencegah konflik pertanahan yang kerap menimpa masyarakat kelas bawah. Menurutnya, konflik lahan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan telah menjadi sumber penderitaan yang nyata bagi warga miskin di kota ini.

“Sejatinya pemerintah kota berkewajiban untuk tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga proaktif dalam mencegah timbulnya sengketa tanah,” ujar Eldoniel kepada Borneonews pada Senin, 4 Agustus 2025.

Ia menekankan bahwa dampak dari konflik pertanahan sangat merugikan masyarakat yang secara ekonomi dan pengetahuan hukum berada dalam posisi lemah.

Politisi PSI Kalteng ini mendorong agar Pemko Palangka Raya menyediakan layanan penyuluhan hukum, konsultasi gratis, serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses oleh warga. Layanan ini diharapkan dapat menjadi benteng awal bagi masyarakat dalam memahami hak atas tanah mereka dan mencegah manipulasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Banyak warga miskin yang menjadi korban mafia tanah karena ketidaktahuan mereka terhadap aturan hukum dan keterbatasan finansial untuk mengakses bantuan hukum,” lanjut Eldoniel.

Ia menilai bahwa ketimpangan informasi dan akses terhadap keadilan menjadi celah yang dimanfaatkan oleh oknum untuk merampas hak milik warga.

Politisi PSI ini juga menyerukan agar pemerintah menggandeng organisasi masyarakat sipil dan akademisi untuk membentuk tim advokasi pertanahan yang fokus pada edukasi dan pendampingan warga. Menurut Eldoniel, langkah ini penting agar tidak ada lagi korban berikutnya yang harus kehilangan tanah karena permainan mafia.

“Sudah saatnya kita hentikan siklus ketidakadilan ini. Pemerintah harus hadir sebagai pelindung, bukan sekadar pengatur,” tegas Eldoniel.

Ia berharap langkah konkret segera diambil agar Palangka Raya menjadi kota yang aman dan adil bagi semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang paling rentan. (TESTI PRISCILLA)