BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi year-on-year atau y-on-y untuk kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,17 persen pada Juli 2025.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa indeks harga kelompok ini naik dari 102,42 pada Juli 2024 menjadi 104,64 pada Juli 2025.
Menurut Agnes, subkelompok pakaian menjadi penyumbang utama inflasi dalam kelompok tersebut, dengan peningkatan y-on-y sebesar 2,75 persen.
Sebaliknya, subkelompok alas kaki justru mengalami deflasi sebesar 0,21 persen, menunjukkan adanya penurunan harga rata-rata produk alas kaki dibandingkan tahun sebelumnya.
“Komoditas-komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi kelompok pakaian meliputi baju muslim wanita, baju anak stelan, baju muslim anak, daster, ongkos binatu atau laundry, dan celana panjang jeans pria. Masing-masing komoditas memberikan andil sebesar 0,01 persen,” terang Agnes pada Senin, 4 Agustus 2025.
Meski mengalami kenaikan harga secara tahunan, kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juli 2025. Ini menunjukkan bahwa perubahan harga pada bulan tersebut cenderung stabil dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, kelompok ini memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,09 persen terhadap total inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah. Peran kelompok ini terbilang moderat dibandingkan kelompok lain dalam struktur inflasi nasional maupun daerah.
Agnes menambahkan, pemantauan terhadap harga komoditas sandang tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga.
"Kondisi ini menunjukkan dinamika permintaan konsumen serta respons pasar terhadap tren konsumsi di sektor pakaian dan alas kaki," ujarnya.(TESTI PRISCILLA/R)









