BORNEONEWS, Sampit - Pemerintahan Desa Rasau Tumbuh Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur, realisasikan bantuan anggaran Dana Desa dari APBN 2016. Karena proyek anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur yang didalamnya diperuntukan untuk pengembangan usaha BUMDes.

“Pembangunan kantor BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) ini adalah untuk menunjang usaha air minum galon isi ulang,” kata Ketua Kaur Pembangunan Desa Rasau Tumbuh, M Rifani kepada Borneonews, Minggu (30/10/2016).

M Rifani mengatakan, usaha isi ulang air gallon yang dikembangkan BUMDes Rasau Tumbuh itu sudah berjalan selama delapan bulan. Namun selama ini belum memiliki kantor layak, sehingga melalui dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat, pemerintah desa memprogramkan pembangunan kantor BUMDes dengan luas 4x6 meter persegi.

Pembangunan kantor BUMDes itu diakui semata-mata untuk kepentingan pengembangan ekonomi pedesaan. Supaya desa memiliki usaha yang berkelanjutan untuk pendapatan desa.

Usah air gallon isi ulang yang dikembangkan pemerintah Desa Rasau Tumbuh melalui Badan Usaha Milik Desa tersebut, bukan hanya membantu kebutuhan air minum warga desa setempat. Desa tetangga dan juga sejumlah perusahaan sawit terdekat memanfaatkan air galon isi ulang dari desa itu untuk kebutuhan sehari-hari.

“Langganan air galon milik BUMDes ini bukan hanya warga kami di sini saja, warga di desa tetangga dan karyawan perusahaan sawit di sekitar ambil air di sini,” ujar M Rifani.

Sebelum adanya usaha air galon isi ulang BUMDes, masyarakat kesulitan mendapat air bersih. Banyak masyarakat desa pergi ke sumur atau sungai untuk mengambil air yang belum tentu bersih. Mengkonsumsi air sungai pun rawan terkena diare.

M Rifani menyampaikan, dengan adanya dana desa terasa sekali banyak manfaatnya selain untuk pembangunan infrastruktur juga bisa digunakan untuk membuka usaha di desa melalui Badan Usaha Milik Desa. Bahkan ke depan BUMDes Desa Rasau Tumbuh akan membuat usaha lainnya guna menunjang perekonomian desa. (RAFIUDIN/m)