SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Susilo, mendorong Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut untuk fokus pada sektor ketahanan pangan.  Ia melihat potensi besar sektor ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Koperasi Merah Putih itu bisa mengambil peluang dari ketahanan pangan, contohnya bikin penggemukan sapi, peternakan sapi, ayam petelur, kolam ikan bahkan masuk di program stunting," ungkap Susilo, Senin, 4 Agustus 2025.

Susilo menekankan pentingnya memilih jenis usaha yang tepat,  sesuai dengan potensi masing-masing desa. Koperasi Merah Putih diharapkan memiliki jenis usaha unggulan sesuai dengan potensi desa masing-masing. 

"Bukan latah ikut-ikutan jenis usaha di daerah lain yang belum tentu cocok dan menguntungkan di desa sendiri," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada keuntungan semata, tetapi juga pada manfaatnya bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Susilo menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus.  

"Walaupun sistemnya bagus tapi SDM tidak bagus, maka itu mustahil bisa berhasil. Saya berharap Koperasi Merah Putih ini bukan memberikan keuntungan bagi pengurus, tetapi memberikan keuntungan bagi seluruh masyarakat dan anggota Koperasi Merah Putih," harapnya.

Program pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa mendapat sambutan positif.  Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pengelolaan yang baik dan pemilihan usaha yang tepat, sesuai potensi lokal.  Sektor ketahanan pangan, dengan beragam peluang usaha, dinilai sebagai sektor yang menjanjikan. (DEVIANA/j)