BORNEONEWS, Tamiang Layang – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, menekankan pentingnya peran damang sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri pelantikan 10 damang kepala adat yang akan bertugas di setiap kecamatan, Senin, 4 Agustus 2025.
Menurut Adi, damang bukan hanya simbol adat, tetapi memiliki fungsi nyata dalam membantu pemerintah daerah menjaga ketertiban dan keamanan berbasis kearifan lokal.
“Ini memiliki peran penting untuk mendukung pemerintah daerah menyelesaikan konflik yang terjadi di masyarakat serta membantu menjaga kondusifitas di wilayah tugas kecamatan masing-masing,” ujarnya.
Para damang yang baru dilantik tersebut adalah Amri R Ayum (Kecamatan Karusen Janang), Hengki (Kecamatan Patangkep Tutui), Eben Tube (Kecamatan Dusun Tengah), Suleman (Kecamatan Pematang Karau), Ar Un Tundi (Kecamatan Benua Lima), Taim Wentah (Kecamatan Awang), Tochid Prasetyo (Kecamatan Raren Batuah), Adrianto Ubir (Kecamatan Paju Epat), Uhai G (Kecamatan Paku) dan Elitson (Kecamatan Dusun Timur).
Adi berharap, setelah resmi dilantik, para damang tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi benar-benar hadir dan aktif di tengah masyarakat sebagai pemangku adat yang mampu menjadi penengah dalam berbagai persoalan.
“Saya berharap pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial. Para damang yang telah dilantik harus mulai berperan aktif sesuai dengan tugas sebagai tameng dan pemimpin adat di setiap kecamatan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga adat sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan sosial di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks. Damang, lanjut Adi, memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya dan menjadi penjaga harmoni di lingkup masyarakat Dayak.
Dengan pelantikan ini, pemerintah daerah berharap peran damang semakin nyata dan dirasakan masyarakat, baik dalam hal mediasi adat maupun menjaga kearifan lokal agar tetap hidup dan relevan di era modern. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









