BORNEONEWS, Sukamara – Terbatasnya jumlah armada untuk mengangkut sampah saat ini menjadi kendala bagi Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukamara untuk memaksimalkan penanganan masalah sampah di Kabupaten Sukamara. Dengan adanya keterbatasan tersebut dalam sehari sampah yang terangkut hanya mencapai 36 kubik.

“Truk sampah yang beroprasional hanya ada tiga truk saja dan usia truk sudah tua. Dengan adanya keterbatasan armada ini membuat banyak sampah di TPS tidak terangkut ke tempat pembuangan akhir,” kata Kabid Cipta Karya Dinas PU Sukamara, Sapri, Sabtu (29/10/2016)..

Selain kekurangan armada, pihaknya juga terkendala bahan bakar untuk kendaraan pengangkut sampah. Akibatnya  pihaknya harus melakukan sistem rolling dalam pengangkutan sampah di beberapa wilayah yang jumlah sampahnya masih kurang. 

“Karena jatah minyak dari APBD hanya cukup untuk mengangkut sampah 36 kubik saja padahal sampah kita lebih dari itu. Maka ada beberapa tempat yang sampahnya tidak setiap hari diangkut. Untuk tahun 2017 kita akan mengajukan penambahan jumlah armada dan minyak untuk menyesuaikan dengan jumah sampah,” tuturnya.

Dengan adanya keterlambatan mengangkut sampah membuat pihaknya kerap menerima telepon dari masyarakat soal tumpukan sampah.

Untuk mengatasi masalah sampah di Kabupaten Sukamara, maka pihaknya telah membangun TPS 3 R yang berlokasi di Desa Pudu Kecamatan Sukamara untuk mendaur ulang sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

“Sebelum sampah dibawa ke tempat pembuangan akhir, sampah-sampah tersebut dibawa ke TPS 3 R. Di tempat itu sampah yang masih bisa didaur ulang akan dipisahkan, sedangkan sampah yang sudah tidak bisa didaur ulang akan ditumpuk di tempat pembuangan akhir.” Ucap Kabid Cipta Karya.

Sampah yang telah dipisah tersebut nantinya akan didaur ulang baik dibuat pupuk kompos dan sampah plastiknya akan dioper ke bank sampah yang ada di Sukamara.

“Hasil dari produksi kompos di TPS 3 R ini akan diambil dan dibeli untuk digunakan sebagai pupuk bagi tanaman yang ada di lokasi taman kantor dan taman lainnya yang memerlukan pupuk untuk menyuburkan tanaman,” ujar Sapri. (MG-13/m)