BORNEONEWS, Barito Utara  – Jembatan Desa Majangkan yang longsor, diputuskan akan dibangun beton. Bupati Barito Utara, H Nadalsyah sepulang dari Palangka Raya, akhir pekan lalu, meninjau lokasi jembatan yang longsor jalur Kandui-Montallat itu. Bupati didampingi Kadis Pekerjaan Umum Barut, H Fery Kusmiadi, Kabid Bina Marga Zainudin, Kasatpol PP Barut, dan Kabag Humpro serta Direktur Perusda Batara Membangun.

"Untuk sementara penanganannya secara darurat, agar jalur tersebut cepat fungsional. Karena ini merupakan jalur strategis yang dilewati masyarakat. Oleh sebab itu, kita melakukan penanganan darurat seperti penimbunan tanah yang dipasang pipa besi agar air yang keluar dari jaringan irigasi dapat keluar," kata Bupati Barut, H Nadalsyah.

Karena penyebab longsornya jembatan ini lantaran ada air dari irigasi, di samping itu pada waktu hujan dipaksakan masyarakat pengguna truk melintasinya sehingga tanah yang masih lembek menjadi longsor.

Diputuskan, lokasi tersebut akan dibangun box culvert. Sebab, rencana semula menggunakan jembatan ulin, tetapi dengan kondisi sekarang musim hujan, kayu ulin sulit didapat. Di samping itu proses lain adalah mengurus dokumen pengangkutan barang, sehingga menambah lambatnya proses penanganan, sehingga alternatif lain dibangun secara beton.

“Untuk proses pekerjaan jembatan darurat ini minimal dilaksanakan tiga hari kedepan sudah fungsional dan dapat digunakan oleh masyarakat, karena pekerjaannya dilakukan secara meraton. Mohon doanya agar dapat berjalan lancar,” pinta Bupati.

Adiriano, warga Desa Walur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Batara H Nadalsyah yang dengan cepat merespon kondisi jalan. Kendati penanganan jembatan ini kurang lebih satu bulan, karena informasi yang diterima masyarakat jembatan ini akan menggunakan kontruksi kayu ulin, namun karena hujan kayu ulinnya tak kunjung keluar.

Puncaknya, Kamis (27/10) lalu terjadi peristiwa sebuah truk yang dikendarai Baen warga Majangkan yang mengakut pasir terbalik di lokasi jembatan darurat di laluot. Sopir truk berplat DA 1257 AK tak dapat mengendalikan saat melintasi jembatan darurat, karena waktu itu sedang hujan dan jalannya sangat licin.

Pada hari Jumat (28/10) Ketua Komisi C DPRD Barut H Tajeri dan H Purman Jaya juga melakukan peninajaun kelokasi tersebut. Dan berjanji berupaya menyampaikan kepada pemerintah untuk segera melakukan penanganan darurat, sehingga masyarakat tetap bisa melintasi jalur tersebut. (RAMADANI/N).