BORNEONEWS, Sampit - Sesosok mayat kakek bernama Kenai Rahmat, 66, warga Desa Jatiwaringin, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya. Dengan kondisi jasad yang sudah berbau dan dikerumuni belatung.
Mayat tersebut ditemukan pada Sabtu (29/10/2016) oleh keponakan korban yang berkunjung ke rumahnya.
"Jasad pertama kali ditemukan oleh keponakannya yang langsung melaporkannya kepada kami," ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek Parenggean Iptu Saldikcy Julanda Al Karim, Minggu (30/10/2016).
Diperkirakan korban sudah beberapa hari tewas karena sudah berbau dan berbelatung pada saat ditemukan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh keponakannya yang bernama Samsudinnor. Saat itu ia hendak berkunjung ke rumah pamannya. Namun sesampainya di tempat tersebut, rumah Rahmat terlihat sepi dan pintu depan terbuka. Bahkan dari luar juga tercium bau busuk yang sangat menyengat. Ia pun langsung bergegas masuk ke rumah itu.
Sesampainya di dalam rumah, Samsudinnor pun kaget. Ia melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa di dapur rumah itu dengan kondisi sudah membusuk dan dikerumuni belatung. Ia langsung berteriak minta tolong sehingga warga sekitar yang mendengar berdatangan dan melaporkannya ke polisi.
"Diduga kuat korban tewas akibat ada penyakit yang dideritanya. Dan itu tidak diketahui keluarga, karena dia hanya sendiri tinggal di rumah," ungkap Saldikcy.
Selain itu tidak ada tanda kekerasan apapun atau bekas benda tajam di tubuh korban. Namun hal itu tetap masih dilakukan penyelidikan oleh polisi guna mengetahui secara pasti kematian korban. (M HAMIM/m)








