PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 60 guru dan tenaga pendidik mengikuti kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan KORPRI Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan ini berlangsung pada 29 Juli hingga 7 Agustus 2025 di BKPSDM Kotawaringin Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pendidikan.

"Selama empat hari, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang beragam, mulai dari kebijakan pembinaan dan pemasyarakatan Bahasa Indonesia, Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Edisi V, hingga teknik penyusunan kalimat dan paragraf," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau dalam rilisnya pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Tak hanya teori, pelatihan ini juga mencakup praktik penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan dalam penyusunan naskah dinas.

Sukardi Gau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret sinergi antarlembaga dalam mendukung mutu pendidikan kebahasaan.

“Kemahiran berbahasa Indonesia bukan hanya soal kaidah, tetapi juga soal membangun karakter kebangsaan melalui bahasa. Oleh karena itu, kami berkomitmen menghadirkan program yang tepat sasaran bagi para tenaga pendidik,” ujarnya.

Sebagai bentuk evaluasi akhir, peserta juga menjalani Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif yang bertujuan untuk mengukur secara objektif kapasitas bahasa mereka. UKBI Adaptif memungkinkan pengujian yang lebih fleksibel dan akurat sesuai tingkat kemampuan masing-masing peserta.

“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi langkah awal untuk mendorong budaya literasi dan kesadaran berbahasa yang lebih kuat, terutama di sekolah-sekolah. Bahasa Indonesia harus hadir dengan kualitas, bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan," Sukardi Gau menambahkan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta yang mengaku mendapatkan pemahaman baru dan keterampilan yang berguna dalam tugas sehari-hari.

Balai Bahasa Kalteng berencana melanjutkan program serupa ke kabupaten lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang peningkatan kompetensi kebahasaan di wilayah Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA)