BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, TNI akan bersikap netral dan tidak terlibat dalam dukung mendukung terhadap salah satu pasangan calon.
" Ini sesuai dengan perintah panglima tertinggi bahwa TNI dilarang untuk terlibat atau mendukung salah satu kandidat," kata Dandim 1014/PBN Letkol Inf Wisnu Kurniawan di halaman Makodim Minggu (30/10/2016).
Untuk menjamin netralitas TNI dia sudah memerintahkan kepada seluruh prajurit untuk tidak menggunakan asrama ataupun pangkalan militer untuk dijadikan tempat dalam berpolitik, baik untuk berkampanye ataupun untuk TPS-TPS.
"Tidak ada fasilitas milik TNI baik asrama atau pangkalan yang digunakan untuk kegiatan politik seperti kampanye, wilayah asrama pun tidak bisa di buat TPS," tegas Wisnu.
Kendaraan Patroli Pasukan
Untuk mobilisasi pengamanan Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat, Kodim 1014/PBN didukung tujuh unit kendaraan patroli pasukan, tujuh unit kendaraan tersebut akan disebar di tiap-tiap Koramil.
Selain itu Kodim 1014/PBN juga mengerahkan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk di BKO membantu Polres Kobar sementara untuk pasukan standby on call (cadangan) ada 150 personil dari Yonif 631/Antang.
" Kendaraan patroli kita sebar ditiap Koramil untuk mobilisasi personel dalam pengamanan pilkada," tegas Dandim (KOKO SULISTYO/m)








