BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah (BNNP Kalteng) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjarmasin.
Tiga perempuan diamankan dalam operasi di Pujon, Surabaya, dan Banjarmasin, menyusul penyelidikan intensif selama beberapa pekan. Operasi ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di Pujon, Kabupaten Kapuas.
Penangkapan pertama dilakukan di Jalan Lintas Pujon-Timpah pada Jumat 1 Agustus 2025 saat pengiriman sabu dari Banjarmasin menuju Pujon.
"Seorang perempuan berinisial SI alias Indu Owok diamankan dengan barang bukti 94 gram sabu, timbangan digital, handphone, dan uang tunai Rp 4 juta, SI berperan sebagai penerima dan penjual eceran," kata Plt Kepala BNNP Kalteng Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid, Selasa, 5 Agustus 2025.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap keterlibatan narapidana di Lapas Banjarmasin yang menggunakan seorang perantara bernama Acil di Surabaya.
Tim BNNP Kalteng kemudian membagi tim ke Surabaya dan Banjarmasin, kerja sama dengan BNNP Jawa Timur berhasil mengamankan NE alias Acil di Surabaya saat mengikuti kegiatan keagamaan.
Sementara itu, di Banjarmasin, YU, pemasok sabu, juga berhasil ditangkap. Penyelidikan menunjukkan peredaran sabu di Pujon telah berlangsung selama satu hingga dua bulan dengan transaksi mencapai satu ons per minggu.
Selain sabu, petugas juga menemukan senjata api di lokasi penangkapan SI di Pujon, diduga milik suaminya yang kini masih buron. BNNP Kalteng telah berkoordinasi dengan Polda Kalteng terkait temuan senjata api tersebut.
Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid, menyatakan keprihatinan atas pemanfaatan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sebagai kurir narkotika.
Ruslan Abdul Rasyid menekankan bahwa peredaran narkotika ini sangat meresahkan dan membutuhkan komitmen bersama untuk memberantasnya.
Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat Pemasyarakatan, dan Bupati Kapuas, HM Wiyatno, dalam operasi ini.
"BNNP Kalteng berkomitmen untuk terus memerangi peredaran narkoba di Kapuas dan Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/j)









