BORNEOMEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, menekankan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu perubahan iklim dan dampak yang ditimbulkannya.
Menurutnya, kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa berperan aktif dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap krisis iklim yang semakin nyata.
“Perubahan iklim bukan lagi isu global semata, tetapi sudah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem, kebakaran hutan, hingga krisis air bersih,” ujar Khemal, Selasa, 5 Agustus 2025.
Ia menilai, edukasi tentang perubahan iklim harus diperkuat, baik melalui jalur pendidikan formal, kegiatan komunitas, maupun program pemerintah daerah.
Hal ini penting agar masyarakat memahami risiko yang dihadapi dan dapat mengambil langkah-langkah antisipatif.
Khemal juga menyoroti pentingnya adaptasi, seperti pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, pembangunan ramah lingkungan, dan pola hidup hemat energi.
Menurutnya, peran aktif masyarakat akan mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kita semua punya tanggung jawab bersama. Pemerintah bisa membuat kebijakan, tapi masyarakat yang menjalankan di lapangan. Maka, kesadaran dan pemahaman itu menjadi kunci,” katanya.
Politikus Golkar ini juga mendorong, pemerintah kota untuk memperluas kampanye publik tentang perubahan iklim, termasuk memberikan pelatihan praktis di tingkat kelurahan dan RT/RW.
“Kita tidak bisa lagi menunda. Adaptasi harus dimulai dari sekarang, dari lingkungan terkecil. Edukasi adalah langkah awal yang paling penting,” pungkasnya. (MARINI/j)









