KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejumlah warga Kuala Kapuas mengeluhkan gangguan pada layanan dompet digital Gopay. Beberapa transaksi, baik transfer masuk maupun keluar, tidak berjalan dengan normal. Gangguan ini menimbulkan kekesalan karena banyak pengguna yang mengandalkan Gopay untuk keperluan sehari-hari, bahkan untuk situasi darurat.

Keresahan ini semakin diperparah mengingat sebagian masyarakat mulai beralih dari transaksi tunai ke non-tunai. Gangguan yang terjadi pada aplikasi Gopay ini membuat mereka kesulitan dalam melakukan pembayaran, terutama untuk kebutuhan mendesak. Kejadian ini menimbulkan ketidaknyamanan dan kekecewaan di kalangan pengguna setia Gopay.

"Saya jarang pakai uang tunai, kalau beli makanan ataupun apa, terbiasa pakai e-wallet. Siang ini dana tertahan di Gopay, tidak bisa digunakan,"  ucap Hanafi, salah satu warga Kuala Kapuas, mengungkapkan kekesalannya pada Selasa, 5 Agustus 2025.  

Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh Yanur, warga Kuala Kapuas lainnya. Ia membutuhkan dana untuk keperluan darurat, tetapi uang yang dikirim oleh kerabatnya tidak dapat digunakan karena terkendala oleh sistem Gopay. Situasi ini membuatnya merasa sangat tertekan.

"Padahal itu untuk keperluan darurat. Sengaja saya pakai Gopay, karena mulai tidak yakin kalau menyimpan di bank, takut salah sedikit diblokir," kata Yanur, Selasa, 5 Agustus 2025.

Pernyataan ini mencerminkan minimnya kepercayaan masyarakat pada sistem keuangan formal dan harapan mereka pada layanan digital yang justru mengalami kendala.

Yanur juga menjelaskan bahwa ia sudah menghubungi layanan pelanggan (CS) Gopay untuk melaporkan masalah tersebut, namun hingga saat ini belum ada tanggapan yang memuaskan. 

"Kalau pun ada tanggapan, paling disuruh nunggu dua hari. Astaga, kalau segitu, apa tidak paham orang yang pakai untuk darurat," tambahnya. Respons yang lambat ini semakin menambah frustrasi pengguna.

Gangguan ini menjadi catatan bagi penyedia layanan dompet digital untuk meningkatkan kualitas dan keandalan sistem mereka.

Masyarakat membutuhkan jaminan bahwa dana yang mereka simpan dan gunakan dapat diakses dengan cepat dan aman, terutama dalam situasi darurat. Perbaikan sistem dan respons yang lebih cepat dari layanan pelanggan sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan pengguna. (SABRIANOOR/j)