PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Berlianto menyatakan bahwa pihaknya tengah fokus melakukan sosialisasi terkait penghentian polusi plastik dan penuntasan pengelolaan sampah skala kawasan, khususnya di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (horeka).

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap kesehatan masyarakat.

Berlianto menjelaskan bahwa sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dari para pelaku usaha di sektor horeka dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.

DLH Palangka Raya akan memberikan informasi dan edukasi mengenai alternatif pengganti plastik yang lebih ramah lingkungan, serta cara-cara pengelolaan sampah yang efektif dan efisien.

"Kami mengajak seluruh pelaku usaha di sektor horeka untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola sampah dengan baik," ujar Berlianto, Rabu, 6 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless steel atau bambu, menggunakan wadah makanan dan minuman yang dapat digunakan kembali, serta mengurangi penggunaan kantong plastik.

Selain pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan sampah yang baik juga sangat penting. DLH Palangka Raya mendorong para pelaku usaha untuk melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta mengolah sampah organik menjadi kompos.

Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dijual ke bank sampah atau pengepul sampah.

DLH Palangka Raya juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah di sektor horeka.

Bagi pelaku usaha yang tidak mematuhi peraturan dan tidak melakukan pengelolaan sampah dengan baik, akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan sosialisasi dan pengawasan yang intensif, Berlianto berharap Kota Palangka Raya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan

"Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari," pungkasnya. (PATHUR/R)