BORNEONEWS, Nanga Bulik – Ada kebanggaan yang terpancar dari wajah Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, saat menyambut kunjungan seorang Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di tengah-tengah masyarakat desa.
Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan momentum penting yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi pembangunan di Kabupaten Lamandau.
“Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan yang tak terhingga bagi kami. Di tengah kesibukan yang luar biasa, Bapak Menteri berkenan hadir, berdialog langsung dengan masyarakat, bahkan menginap di desa ini. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah pusat benar-benar peduli dan berkomitmen untuk membangun Indonesia dari desa,” ungkap Rizky.
Rizky Aditya Putra meyakini bahwa kunjungan yang berlangsung belum lama tadi ini bukan sekadar simbolis, melainkan representasi dari komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan desa dan memperkuat wilayah tertinggal secara menyeluruh. Ia berharap kunjungan ini dapat membuka mata para pemangku kebijakan di tingkat pusat untuk lebih memahami kebutuhan dan potensi desa-desa di Kabupaten Lamandau.
Lebih lanjut, Bupati Rizky menyampaikan harapan agar program-program kementerian semakin diarahkan pada penguatan kapasitas SDM desa dan regenerasi petani muda. Ia menyadari bahwa sumber daya manusia yang berkualitas adalah kunci utama untuk memajukan desa. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan yang lebih besar dalam hal pelatihan, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda.
“Kita ingin menciptakan SDM desa yang unggul, yang mampu bersaing di era globalisasi. Kita juga ingin menarik minat generasi muda untuk kembali ke desa dan menjadi petani-petani modern yang inovatif,” jelas Rizky.
Dengan SDM yang berkualitas dan sektor pertanian yang maju, Rizky optimistis bahwa desa-desa di Kabupaten Lamandau akan semakin mandiri dan sejahtera.
“Dari desa, mimpi Indonesia yang maju dan berkeadilan dapat kita bangun bersama,” pungkasnya. (NATALIA/j)









