BORNEONEWS, Palangka Raya — Menyusul penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya terus menggencarkan aksi pencegahan secara masif.
Plt. Kepala DLH, Berlianto, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan sosialisasi pencegahan karhutla, pelatihan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), serta pemasangan imbauan di titik rawan.
"Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi puncak musim kemarau pada Juli–Agustus," kata Betlianto, Rabu, 6 Agustus 2025.
DLH juga melakukan penyiraman lahan kering sebagai langkah pencegahan dini, serta mendorong partisipasi masyarakat, pelaku usaha, dan instansi pemerintah lainnya dalam menjaga lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melapor jika menemukan indikasi karhutla,” tegas Berlianto.
Sinergi semua pihak dinilai menjadi kunci pencegahan karhutla yang efektif dan berkelanjutan. Serta DLH juga melakukan pemasangan imbauan untuk menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran lahan.
"Imbauan tersebut dipasang di titik-titik strategis dan rawan karhutla, serta dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai bentuk peringatan dan penyadartahuan," pungkasnya. (MARINI/j)









