BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah gambut, terutama saat musim kemarau.
Menurutnya, karakteristik lahan gambut yang cepat kering menjadikannya sangat rentan terbakar saat cuaca panas dan curah hujan rendah.
Dan lahan gambut juga yang mendominasi wilayah Palangka Raya. Sehingha, pentingnya langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan, mulai dari edukasi kepada masyarakat, penyediaan sarana pemadaman, hingga patroli rutin di kawasan rawan karhutla.
“Lahan gambut memiliki kandungan bahan organik tinggi, dan ketika musim kemarau datang, kelembapannya cepat hilang. Inilah yang membuatnya mudah terbakar,” ujar Khemal, Rabu, 6 Agustus 2025.
Ia pun mendorong masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta mendukung upaya pencegahan dan edukasi yang dilakukan oleh pemerintah.
“Kesadaran bersama sangat dibutuhkan. Pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegasnya. (MARINI/j)









