NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Kabupaten Lamandau berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan pendampingan pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi pada Rabu, 6 Agustus 2025. Sebanyak 185 peserta, terdiri dari tenaga pendidik PAUD dan orang tua siswa, mengikuti kegiatan di GPU Lantang Torang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang berbagai bentuk perundungan, kekerasan, dan intoleransi, serta mengembangkan strategi pencegahan yang efektif. Para peserta juga mendapat pelatihan membangun karakter positif siswa, memberikan dukungan bagi korban, dan membangun kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Bunda PAUD Kabupaten Lamandau, Ny. Norol Latifah Rizky Aditya Putra, S.H., secara resmi membuka kegiatan dan memberikan sambutan. Narasumber dari berbagai instansi, termasuk Pengadilan Negeri, Kepolisian Resor Lamandau, dan DP3AP2KB, turut memberikan materi.

“Kita harus menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak kita. Perundungan, dalam bentuk apapun, harus dihentikan. Saya mengajak seluruh elemen pendidikan untuk berani bersuara dan melindungi korban. Jangan biarkan mereka menderita sendirian di rumah," kata Bunda PAUD, Ny. Norol Latifah Rizky Aditya Putra,  

Deteksi dini sangat penting. Orang tua harus dilibatkan aktif dalam sosialisasi dan edukasi tentang perundungan. Kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Lebih lanjut, Bunda PAUD menyampaikan komitmen Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten Lamandau berkomitmen penuh untuk menciptakan sekolah yang bebas dari kekerasan, termasuk perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi. 

"Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan Lamandau sebagai kabupaten yang ramah anak dan aman bagi generasi penerus kita, kegiatan ini diharapkan memberikan fondasi kuat bagi tumbuh kembang anak dan masa depan yang lebih baik," tutupnya. (NATALIA/j)