BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus mematangkan rencana pembangunan rumah sakit yang bakal ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe B. Menurut Koordinator Tim Percepatan 20 Program Unggulan Yamin-Adi Bidang Infrastruktur, Bunyamin, pembangunan rumah sakit ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank Kalteng.
“Kemarin (22 Juli 2025), kami ke Palangka Raya untuk menindaklanjuti rencana kerja sama peminjaman dana melalui Bank Kalteng pusat, namun semua itu harus ada kepastian dari pemerintah daerah untuk kerja sama dengan bank tersebut,” ujar Bunyamin saat ditemui di Tamiang Layang, Rabu, 6 Agustus 2025.
Ia menjelaskan bahwa inisiatif pembangunan rumah sakit tipe B berangkat dari program unggulan nomor 1 Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur, M Yamin dan Adi Mula Nakalelu, yang ingin memberikan layanan kesehatan yang lebih memadai kepada masyarakat.
Sebagai langkah awal, pada Juni 2025, Tim Percepatan 20 Program Unggulan Yamin-Adi bersama Dinas Kesehatan, RSUD Tamiang Layang, Dinas PUPR Perkim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah melakukan kunjungan studi banding ke RSUD Hanau di Kabupaten Seruyan.
“Di RSUD Hanau kami mendapat banyak informasi, termasuk model pembiayaan yang menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sepulang dari sana, kami mulai menyusun strategi agar Barito Timur bisa membangun rumah sakit serupa,” jelasnya.
Namun, dari hasil pengkajian, Bunyamin menegaskan bahwa rumah sakit di Barito Timur tidak perlu dibangun delapan lantai seperti RSUD Hanau, sehingga kebutuhan anggaran bisa lebih efisien.
“Dalam perhitungan kami, estimasi biaya pembangunan rumah sakit ini sekitar Rp400 miliar. Kalaupun ada kekurangan, dapat ditutupi melalui APBD tahun-tahun berikutnya, karena rumah sakit ini tidak langsung berstatus tipe B,” terangnya.
Sebelum menjatuhkan pilihan pada Bank Kalteng, lanjut Bunyamin, Tim Percepatan 20 Program Unggulan juga sempat menjalin komunikasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur. Namun akhirnya, Bank Kalteng dinilai lebih tepat dan strategis untuk mendukung proyek ini.
"Jika pemerintah daerah dan DPRD sudah sepakat terkait rencana pembangunan RSUD Pratama serta sepakat bekerja sama antara pihak pemerintah daerah dengan Bank Kalteng, maka saya akan menyampaikan secepatnya ke pihak Bank Kalteng," terangnya.
Terkait kesiapan lahan, Bunyamin mengungkapkan bahwa Hengky A Garu, tokoh masyarakat sekaligus ayah Wakil Bupati Barito Timur, telah menghibahkan tanah seluas 6,3 hektare. Namun pemerintah provinsi menyarankan agar lokasi minimal 10 hektare.
“Keluarga Hengky A Garu siap menambah hibah lahan menjadi 10 hektare dengan catatan bahwa seluruh tanah yang dihibahkan benar-benar digunakan untuk pembangunan rumah sakit. Kalau pembangunan gagal, hibah akan dibatalkan dan tanah diambil kembali,” tandas Bunyamin. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









