TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tokoh Masyarakat Kabupaten Barito Timur, Hengky A Garu, yang juga merupakan ayah dari Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu, siap menghibahkan lahan dengan total luas 10 hektare di Desa Jaar untuk pembangunan rumah sakit tipe B.

"Kami saat ini telah menghibahkan lahan seluas 6,3 hektare dan siap menambah menjadi 10 hektare sesuai dengan saran dari pemerintah provinsi, namun dengan syarat lahan tersebut benar-benar digunakan untuk pembangunan rumah sakit tipe B. Apabila penggunaan lahan di luar dari pada itu maka hibah lahan kami batalkan dan kami ambil kembali," tegas Hengky A Garu yang lebih dikenal dengan panggilan Amber, Rabu, 6 Agustus 2025.

Penegasan tersebut disampaikannya, untuk memastikan Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur, M Yamin dan Adi Mula Nakalelu, merealisasikan 20 program unggulan yang disampaikan saat kampanye Pilkada, yang salah satunya adalah pembangunan rumah tipe B.

"Kami prihatin banyak masyarakat Barito Timur yang harus berobat jauh ke luar daerah karena kondisi rumah sakit kita saat ini yang tidak memadai, itu sebabnya kami siap mendukung pembangunan rumah sakit tipe B dengan menghibahkan lahan, asalkan benar-benar digunakan untuk membangun rumah sakit yang dimaksud," terang Amber terkait alasannya menghibahkan lahan yang cukup luas.

Sementara itu Koordinator Tim Percepatan 20 Program Unggulan Yamin-Adi Bidang Infrastruktur, Bunyamin, menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Barito Timur terus mematangkan rencana pembangunan rumah sakit yang bakal ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe B. Pembangunan rumah sakit ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank Kalteng.

“Kemarin (22 Juli 2025), kami ke Palangka Raya untuk menindaklanjuti rencana kerja sama peminjaman dana melalui Bank Kalteng pusat, namun semua itu harus ada kepastian dari pemerintah daerah untuk kerja sama dengan bank tersebut,” ujar Bunyamin.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif pembangunan rumah sakit tipe B berangkat dari program unggulan nomor 1 Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur, M Yamin dan Adi Mula Nakalelu, yang ingin memberikan layanan kesehatan yang lebih memadai kepada masyarakat. 

Sebagai langkah awal, pada Juni 2025, Tim Percepatan 20 Program Unggulan Yamin-Adi bersama Dinas Kesehatan, RSUD Tamiang Layang, Dinas PUPR Perkim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah melakukan kunjungan studi banding ke RSUD Hanau di Kabupaten Seruyan.

“Di RSUD Hanau kami mendapat banyak informasi, termasuk model pembiayaan yang menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sepulang dari sana, kami mulai menyusun strategi agar Barito Timur bisa membangun rumah sakit serupa,” jelasnya.

Namun, dari hasil pengkajian, Bunyamin menegaskan bahwa rumah sakit di Barito Timur tidak perlu dibangun delapan lantai seperti RSUD Hanau, sehingga kebutuhan anggaran bisa lebih efisien. 

“Dalam perhitungan kami, estimasi biaya pembangunan rumah sakit ini sekitar Rp400 miliar. Kalaupun ada kekurangan, dapat ditutupi melalui APBD tahun-tahun berikutnya, karena rumah sakit ini tidak langsung berstatus tipe B,” terangnya.

Sebelum menjatuhkan pilihan pada Bank Kalteng, lanjut Bunyamin, Tim Percepatan 20 Program Unggulan juga sempat menjalin komunikasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur. Namun akhirnya, Bank Kalteng dinilai lebih tepat dan strategis untuk mendukung proyek ini. 

"Jika pemerintah daerah dan DPRD sudah sepakat terkait rencana pembangunan RSUD Pratama serta sepakat bekerja sama antara pihak pemerintah daerah dengan Bank Kalteng, maka saya akan menyampaikan secepatnya ke pihak Bank Kalteng," terangnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)