TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Staf Ahli Bupati Barito Timur, Bunyamin, resmi mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur terhitung sejak 1 Agustus 2025. Mengawali tugas barunya, Bunyamin langsung bergerak cepat dengan melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah di berbagai pelosok desa untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

Peninjauan pertama dilakukan di SD Negeri Kotam, menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai tenaga pendidik yang jarang hadir mengajar. Bunyamin tak menampik keluhan tersebut setelah terjun langsung melihat situasi di sekolah. 

"Beberapa hari lalu kami menerima informasi atau keluhan dari masyarakat terkait guru SD Negeri Kotam yang sering tidak hadir mengajar, dan atas izin Bupati dan Wakil Bupati, kami turun ke lapangan," ungkap Bunyamin, Rabu, 6 Agustus 2025.

Dari hasil kunjungannya, diketahui salah satu guru yang berasal dari Jaweten tidak masuk mengajar karena sakit, sedangkan guru lainnya yang tinggal di Tamiang Layang sedang merawat suaminya yang juga dalam kondisi sakit. Selain itu, rumah dinas guru di desa tersebut sudah tidak layak huni. 

“Kami melihat rumah dinasnya memang sudah tidak bisa dipakai, jadi ke depan perlu dibangun rumah dinas baru agar guru bisa tinggal di desa dan mengajar dengan baik,” jelasnya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke SD Negeri Jango di mana ia mendapati beberapa ruang kelas dalam kondisi rusak dan perlu segera direhabilitasi. Hal serupa ditemukan di SMP Satu Atap Patangkep Tutui, Desa Ampari Bura, di mana bangunan sekolah juga memerlukan perbaikan menyeluruh.

Tidak berhenti di situ, Bunyamin turut meninjau SD Negeri Masibu, SD Negeri Maragut, SD Negeri Kandris, dan SD Negeri 3 Jaar di Desa Gumpa. Di SD Negeri Masibu, pihak sekolah menyampaikan permohonan pembangunan toilet terpisah dan pengurukan halaman sekolah yang sering becek saat musim hujan. 

“Di SD Negeri Masibu mereka minta dibangunkan toilet karena yang ada sekarang dipakai bersama dengan TK. Di SD Negeri Kandris juga masalahnya sama, yaitu toilet,” terang Bunyamin.

Sementara itu, di SD Negeri Maragut dan SD Negeri 3 Jaar, Bunyamin menerima keluhan terkait kondisi ruang kelas dan tidak tersedianya ruang kantor yang layak. 

“Di SD Negeri Maragut ruang kelas III butuh direhab, kemudian di Gumpa ruang perpustakaan terpaksa dijadikan kantor, dan ini tentu tidak ideal,” ujarnya prihatin.

Bunyamin menegaskan bahwa peninjauan akan terus dilakukan secara menyeluruh, termasuk ke sekolah-sekolah di Kecamatan Paju Epat. 

“Kalau sekolah-sekolah di sekitar Tamiang Layang bisa kapan saja dikunjungi karena lebih dekat, tapi minggu depan kami rencanakan meninjau ke Paju Epat,” tambahnya.

Setelah seluruh peninjauan rampung, hasilnya akan dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur untuk diambil langkah strategis selanjutnya. 

“Nanti terserah pimpinan apa yang akan dilakukan setelah kami melaporkan semua kondisi sekolah-sekolah yang ada di Barito Timur,” pungkas Bunyamin. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)