BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara umum pada Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) XIV Kalteng tahun 2025.
Mewakili Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Rendy Lesmana usai penutupan kegiatan, Rabu, 6 Agustus 2025 menyampaikan apresiasinya terhadap capaian Kobar yang berhasil mempertahankan gelar juara umum, yang sebelumnya juga diraih pada ajang Pekan Nasional (PENAS) KTNA tahun 2023.
“Baik, dan hari ini memang membuktikan bahwa Kobar siap kembali tampil di ajang nasional, yaitu PENAS tahun 2026. Saya catat dan saya garis bawahi bahwa kita pernah menjadi juara umum, dan ini harus kita pertahankan,” jelas Rendy Lesmana
Rendy Lesmana mengatakan, keberhasilan Kobar bukan hanya terlihat dari raihan prestasi, tetapi juga dari kesiapan infrastruktur dan semangat para petani-nelayan dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan PEDA.
“Lokasi kita ini sebenarnya sangat memadai. Hanya saja kemarin terkonsentrasi dengan beberapa kegiatan di hari pertama kegiatan ini yaitu Huma Betang Night Kalau di masa mendatang kita bisa lebih fokus, misalnya dengan menambah keterlibatan UMKM, maka suasana akan lebih semarak lagi,” jelas Rendy Lesmana
Menurut Rendy Lesmana, perhelatan PEDA KTNA bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga momentum menampilkan berbagai inovasi daerah untuk dibawa ke ajang nasional mendatang.
“Salah satu keunggulan kita adalah memiliki inovasi program andalan Provinsi Kalteng, seperti pencetakan sawah dan penyelesaian berbagai permasalahan pertanian. Ini menjadi bukti nyata bahwa kita di Kalteng merupakan salah satu yang paling siap,” jelas Rendy Lesmana.
Rendy Lesmana menyoroti keberhasilan dalam pengelolaan demplot pertanian yang ditampilkan selama kegiatan PEDA berlangsung. Demplot yang menampilkan berbagai komoditas seperti tanaman pangan jagung dan hortikultura, menurutnya bisa menjadi contoh untuk ajang nasional.
“Demplot kita ini cukup luas dan bisa menjadi contoh nyata. Saya berharap, kondisi seperti ini dapat kita bawa ke PENAS 2026 di Gorontalo, bahkan kalau memungkinkan juga ke tingkat nasional nanti tahun 2027 di Kota Palangka Raya selaku tuan rumah,” jelas Rendy Lesmana
Selain itu, lanjut Rendy Lesmana sektor peternakan juga turut menjadi sorotan dalam ajang PEDA kali ini.
“Ada beberapa pelaku peternakan yang tampil sangat baik di sini. Bahkan, saat kunjungan hari pertama, Pak Gubernur sangat mengapresiasi dan bahkan membeli langsung beberapa produk yang ditampilkan,” jelas Rendy Lesmana. (WAHYU KRIDA/y)









