PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah merilis data terbaru yang menunjukkan peningkatan produksi kelapa sawit pada Triwulan II-2025. Kenaikan ini terjadi baik secara triwulanan (quarter-to-quarter) maupun tahunan (year-on-year), menandakan tren positif dalam sektor perkebunan sawit di wilayah tersebut.

Pengamat Ekonomi Bidang Perkebunan Kalteng, Rawing Rambang, menyambut baik data tersebut. Ia menilai bahwa peningkatan produksi Crude Palm Oil (CPO) sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang mendukung.

“Ramalan BMKG menyebutkan bahwa Kalimantan Tengah mengalami kemarau basah. Ini sangat menguntungkan karena produksi sawit cenderung stabil bahkan meningkat di musim seperti ini,” kata Rawing kepada Borneonews pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Menurut Rawing, musim hujan biasanya menurunkan produktivitas sawit karena gangguan pada proses pemanenan dan transportasi. Sebaliknya, kemarau basah memberikan kelembaban cukup tanpa menghambat aktivitas di lapangan, sehingga produksi tetap optimal.

Data Dinas Perkebunan tahun 2024 mencatat produksi CPO Kalimantan Tengah mencapai 5,78 miliar kilogram, sementara produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 27,28 miliar kilogram. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan kondisi iklim yang mendukung dan perbaikan manajemen kebun.

Peningkatan produksi ini tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah dan nasional.

“Kita harapkan tren ini berlanjut, karena sawit masih menjadi komoditas unggulan yang menopang ekonomi Kalimantan Tengah,” tambah Rawing yang juga Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini.

Dengan dukungan cuaca dan pengelolaan yang baik, sektor kelapa sawit di Kalimantan Tengah diprediksi akan terus menunjukkan performa positif hingga akhir tahun. (TESTI PRISCILLA/y)