BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bekerja sama dengan Perum Bulog KC Kotim menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri. Inisiatif ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, serta menekan laju inflasi di daerah.
Analis Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Mira mengungkapkan GPM Mandiri difokuskan untuk menjangkau langsung masyarakat di tingkat kelurahan, terutama di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
"Untuk pertama di Kelurahan Ketapang, kami menjual beras SPHP ukuran 5 kilogram dengan harga Rp60 ribu per sak. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua karung," jelas Mira, Kamis, 7 Agustus 2025.
Kegiatan perdana di bulan Agustus ini dilaksanakan di halaman Kantor Kelurahan Ketapang, Rabu, 6 Agustus 2025.
Setiap pelaksanaan GPM Mandiri di kelurahan mendapatkan alokasi sebanyak dua ton beras SPHP. Kegiatan ini akan berlanjut ke kelurahan-kelurahan lain seperti di Kantor Kelurahan Baamang Hulu, dan Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir.
Meskipun GPM dapat mencakup berbagai komoditas, GPM Mandiri ini hanya menyediakan beras karena keterbatasan sarana.
"Karena ini GPM mandiri, kami tidak menggunakan anggaran, jadi belum bisa sediakan komoditas lain secara lengkap," tambah Mira.
Kegiatan ini direncanakan akan terus dilaksanakan secara bergilir di kelurahan-kelurahan di dua kecamatan tersebut hingga akhir tahun 2025.
"Rencana untuk semua kelurahan, kami keliling. Insha Allah kegiatan ini digelar sampai akhir tahun," pungkasnya. (DEVIANA/j)









