BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, melaporkan hingga saat ini telah terjadi 77 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya dengan total luas lahan terdampak mencapai 23,30 hektare.
Sebaran karhutla terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya dengan 47 kejadian dan luas lahan terdampak 8,43 hektare.
Sementara itu, Kecamatan Pahandut mencatat 4 kejadian (3,86 hektare), Kecamatan Sebangau 23 kejadian (7,84 hektare), dan Kecamatan Bukit Batu 3 kejadian (3,35 hektare). Kecamatan Rakumpit tercatat nihil kejadian karhutla.
Budi mengungkapkan keprihatinannya atas masih tingginya angka karhutla di Palangka Raya. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan peran serta masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena dampaknya sangat merugikan lingkungan dan kesehatan," ujar Budi, Kamis, 7 Agustus 2025.
Budi juga mengimbau para lurah dan camat untuk meningkatkan pengawasan di wilayahnya, khususnya di daerah-daerah yang rawan terjadi karhutla. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum sangat penting untuk menekan angka karhutla.
BPBD Kota Palangka Raya terus berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla. Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke BPBD jika menemukan titik api atau potensi karhutla di sekitar lingkungannya.
"Kesadaran dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan dari ancaman karhutla," pungkasnya. (PATHUR/j)









