BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) gencar melakukan program Orang Tua Asuh untuk mencegah stunting. Program ini melibatkan kerjasama antara DPPPAPPKB dengan petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di seluruh kecamatan.
"Gerakan orang tua asuh ini kami urunan. Kami ada proposal, lalu kami kerjasama dengan PLKB di seluruh kecamatan. Setiap PLKB kecamatan bisa mengasuh satu atau dua anak stunting," ujar Kepala Bidang Ketahanan, Kesejahteraan Keluarga, Penyuluhan dan Penggerakan DPPPAPPKB Kotim, Rudi Rakhmadi, Kamis, 7 Agustus 2025.
Bantuan yang diberikan berupa susu dan telur setiap harinya selama tiga bulan. Telur dipilih sebagai salah satu bentuk bantuan pangan karena mengandung protein tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Kandungan nutrisi dalam telur sangat bermanfaat dalam mencegah stunting, yakni kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu panjang.
"Mereka mendapat bantuan berupa dua butir telur dan susu setiap hari, minimal selama tiga bulan. Ada juga yang sampai enam bulan, tergantung kemampuan PLKB dan orang tua asuh," tambah Rudi.
Program ini menargetkan anak-anak di bawah usia dua tahun di se Kotim. Tercatat ada 44 anak di 15 dari 17 kecamatan. Dua kecamatan yaitu Telawang dan Bukit Santuai akan menjadi kecamatan selanjutnya yang menerima program tersebut.
"Pemberian makanan tambahan ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak. Sehingga seluruh wilayah jika ada anak yang dinilai masuk katagori gagal tumbuh akan mendapat bantuan itu. Alhamdulillah, sejauh ini hasilnya positif dan anak-anak yang dibantu menunjukkan peningkatan kesehatan," pungkasnya. (DEVIANA/j)









