PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah menetapkan langkah prioritas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah setelah mencatat 451 hektare lahan terbakar hingga awal Agustus 2025.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 4 Agustus, jumlah hotspot mencapai 1.317 titik, dengan 326 kejadian karhutla. Hotspot tersebar di wilayah gambut dan lahan mineral, termasuk dalam areal konsesi perusahaan.

Rapat koordinasi penanggulangan karhutla digelar di Aula Jayang Tingang dan dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta dihadiri Kepala BMKG, Kepala BNPB, Gubernur, dan Forkopimda Kalimantan Tengah.

“Kalteng memiliki luas ±15,3 juta hektare dengan lahan gambut 4,67 juta hektare atau 30,44 persen dari total wilayah,” kata Hanif Faisol Nurofiq di Palangka Raya, Kamis, 7 Agustus 2025.

Kabupaten Katingan menjadi wilayah dengan lahan gambut terbesar, disusul Kapuas dan Kotawaringin Timur. Sementara, pada 6 Agustus, BMKG mencatat tidak ada hotspot kepercayaan tinggi, tetapi ada 11 titik sedang.

BMKG memperkirakan tingkat kemudahan terbakar meningkat drastis pada 8–9 Agustus di wilayah selatan dan tengah, sehingga pemerintah diminta memperkuat pengawasan dan upaya mitigasi di daerah rawan. (HERMAWAN DP/H)