BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bupati Seruyan Sudarsono beserta seluruh perangkat daerahnya, terutama bagi semua kalangan kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di tiap dinas, badan dan kecamatan, diharapkan bisa lebih meningkatkan kinerja. Kinerja utama yang harus lebih dipacu adalah berkaitan soal tingkat serapan anggaran tahun 2016 ini yang masih bisa dikatakan anjlok.
Berdasarkan data yang diperoleh Borneonews, Senin (31/10/2016), pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, jika tingkat serapan anggaran hingga triwulan III atau per 30 September 2016) masih berada di kisaran angka 50%. dari otal keseluruhan yang mencapai Rp1.194.570.386.662,25.
“Dari gabungan seluruh dinas, badan dan kecamatan, untuk serapan keuangannya baru mencapai 49,04%. Sedangkan untuk realisasi fisiknya baru 51,30%. Untuk total anggaran keseluruhan yang sebesar Rp1,194 triliun ini terbagi menjadi dua bagian penggunaan yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp429.371.292.213,90 dan dan belanja langsung Rp765.253.094.448. Sementara jika dikalkulasikan tingkat serapan realisasi anggaran total yang dicapai hingga triwulan III ini baru sekitar Rp557 miliar atau sebesar Rp557.900.733.241,” kata Plt Kepala Bappeda Seruyan Bahrun Abbas melalui Kepala Bidang Evaluasi dan Pengendalian Bappeda, Masitah di kantornya, Senin (31/10/2016).
Sedangkan realisasi penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN seperti dana Tugas Pembantuan (UR) sebesar Rp3,3 miliar, baru teralisasi sebesar Rp1,4 miliar dengan prosentase realiasi untuk keuangan 43,09% dan fisik 46,73%.
“Untuk dana dari APBN peruntukan Urusan Bersama (UR) memperoleh peningkatan serapan realisasi sangat signifikan sebanyak 74,20% untuk keuangan dan fisik sebanyak 71,79%. Dari total anggaran UR yang diterima sebesar Rp4.949.191.000 yang realiasi keseluruhan mencapai Rp3.672.339.160,” urainya.
Sementara untuk realiasi penyerapan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) baik fisik dan nonfisik, masih berada di bawah kisaran 50%. Dana DAK fisik dengan jumlah Rp134.182.349.00, realiasi keuangan sebesar 20,51% dan fisik 54,71%. Sedangkan DAK nonfisik dari jumlah total dana Rp46.773.951.000 baru terserap 26,58% untuk realisasi fisik dan keuangan 7,44%.
“Dari seluruh dana DAK meliputi fisik serta nonfisik yang berjumlah sebesar Rp180.956.300.000, sisa anggarannya yang tersedia hingga triwulan III mencapai Rp140.772.382.179 atau sekitar 77,79%,” jelasnya.
Sementara itu terpisah, terkait masih minimnya serapan anggaran Pemkab Seruyan hingga triwulan III tersebut, Bupati Seruyan Sudarsono sempat menyampaikan pemaparan menyangkut kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah daerahnya, saat dirinya menghadiri kegiatan Rakordal (rapat koordinasi pengendalian) di Palangka Raya pada 15 Oktober 2016.
Saat pertemuan rakordal se-Kalteng itu, Sudarsono menyampaikan soal kendala atau permasalahan. Di antaranya soal belanja langsung, itu terkendala adanya rasionalisasi pada anggaran seluruh SKPD, sehingga sebagian besar kegiatan dilaksanakan setelah penetapan perubahan anggaran. Selain itu keterlambatan dalam pembahasan perubahan anggaran kabupaten, serta dana DBH-DR yang tidak bisa dilaksanakan karena masih terkendala RTRWK yang belum ditetapkan.
“Untuk dana Tugas Pembantuan (TP), terkendala pada dana yang bersumber dari pendapatan negara bukan pajak belum turun dari pusat. Sehingga sebagian DIPA Tenaga Kerja belum bisa dilaksanakan dan juga kendala pada revisi DIPA yang baru diterima,” kata Sudarsono.
Kemudian soal dana DAK, lanjut bupati, untuk DAK fisik terkendala pada pengurangan anggaran penerima DAK. Sehingga sebagian besar kegiatan menunggu perubahan anggaran agar bisa dilaksanakan. Sedangkan DAK non fisik, Disdikpora terkendala pada kegiatan PAUD yang terjadi kesalahan dalam penganggaran, sehingga harus menunggu perubahan anggaran. (PARNEN/m)








