PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah cukup besar, mengingat potensi pertumbuhan awan hujan mencapai lebih dari 70 persen.

“Kondisi ini memperkuat urgensi pembasahan lahan gambut sebagai tindakan pencegahan karhutla,” bebernya di Palangka Raya, Kamis, 7 Agustus 2025.

Menurutnya, sejak 1–5 Agustus 2025 wilayah Kalteng menerima curah hujan ringan hingga lebat sehingga mendukung intervensi OMC.

Selain itu, data Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) yang dimonitor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan 17 persen stasiun berada dalam kategori rawan.

Sebanyak 8 persen stasiun berada pada kategori sangat rawan, dan 2 persen berada pada kategori berbahaya.

Dwikorita menegaskan bahwa kondisi ini perlu menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. (HERMAWAN DP/R)