KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas -  Dalam langkah strategis untuk mempercepat eliminasi malaria, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan Validasi Data dan Pencatatan Pelaporan Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL). 

Acara yang berlangsung di Aula Dinkes Kapuas pada Kamis, 7 Agustus 2025, ini bertujuan untuk memperkuat pengendalian dan memastikan akurasi data yang vital dalam program pemberantasan malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, secara resmi membuka acara ini. Dalam sambutannya, ia menekankan betapa pentingnya data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak program ini. "Peran tenaga kesehatan sangat krusial dalam mewujudkan Kapuas bebas malaria," ucap Kadinkes.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh Plt. Kepala Seksi P2 Menular Dinkes Kapuas, tetapi juga melibatkan tim malaria dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.

Partisipasi tim provinsi ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan provinsi dalam mencapai target eliminasi malaria di Kalimantan Tengah.

Sebanyak 26 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang mengelola program malaria turut serta dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya mengikuti validasi data, tetapi juga diberikan pelatihan intensif mengenai pencatatan dan pelaporan melalui sistem SISMAL. 

"Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas para petugas di lapangan," tambah Tonun.

Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah memberikan arahan teknis serta evaluasi mendalam terhadap laporan data dari seluruh fasilitas layanan kesehatan.

Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap laporan kasus malaria dilakukan secara sistematis dan tepat waktu.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh fasilitas kesehatan di Kapuas semakin optimal dalam melaporkan kasus malaria.

Optimalisasi pelaporan ini akan memungkinkan respons cepat terhadap setiap temuan kasus, sehingga cita-cita untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan bebas malaria dapat terwujud. (SABRIANOOR/R)