PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun  - Hari Indonesia Menabung pada Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2025 bertema Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang (Cemerlang) di wilayah Provinsi Kalteng berlangsung istimewa. 

Kegiatan yang digelar di Sekolah Khusus (SKh) Negeri 1 Pangkalan Bun pada Jumat, 8 Agustus 2025 ini menyasar pelajar disabilitas.

Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Suyanto mengatakan, kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Kalteng dengan Perbarindo Kalteng kali ini memberikan warna berbeda.

“Biasanya kegiatan literasi keuangan dilakukan di sekolah umum. Hari ini kita menyasar sekolah berkebutuhan khusus, yang menurut saya penting karena bagian dari membangun literasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelas Wabup.

Wabup menambahkan, langkah ini diharapkan mampu memperluas akses keuangan bagi semua kalangan tanpa batas.

“Harapannya literasi keuangan semakin baik, perbankan bisa menjangkau semua segmen, dan kegiatan ini terus berlanjut memberikan manfaat di momen Hari Indonesia Menabung 2025,” jelas Wabup.

Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kobar dan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Kalteng atas dukungan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini kami lakukan agar lebih inklusif. Selama ini jarang sekali kami menyasar adik-adik yang luar biasa ini dengan kebutuhan khusus. Kami juga sudah menyiapkan Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (Setara) agar layanan perbankan ramah bagi mereka,” jelas Primandanu Febriyan Aziz.

Primandanu Febriyan Aziz menegaskan, OJK mendorong pembukaan rekening yang lebih mudah bagi masyarakat disabilitas agar mereka mengenal produk keuangan formal.

“Tanpa terkecuali. semua masyarakat berhak mendapat akses yang sama,” tambahnya.

Ketua DPK Perbarindo Kalteng I Gede Ketut Mariatmaja mengatakan, pihaknya siap mendukung program literasi dan edukasi keuangan yang dilaksanakan pemerintah dan OJK.

“Kami berharap siswa, baik dari tingkat dasar hingga atas, bisa menabung lewat program tabungan SimPel atau Simpanan Pelajar untuk merencanakan kebutuhan masa depan,” jelas I Gede Ketut Mariatmaja.

Sementara itu, Kepala SKh Negeri 1 Pangkalan Bun Dwi Haryono mengaku bersyukur sekolahnya menjadi bagian dari kegiatan ini.

“Alhamdulillah, dari data kemarin sudah 39 siswa mendaftar rekening. Kalau tidak ada acara ini, kami mungkin bingung mulai dari mana. Terima kasih sudah memberi edukasi dan peluang, sehingga anak-anak semakin berkembang dan paham pentingnya menabung,” jelas Dwi Haryono. (WAHYU KRIDA/j)