BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menunjukkan perhatian serius terhadap isu perundungan, kekerasan, dan intoleransi di lingkungan pendidikan. Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkab Lamandau menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lamandau untuk menyelenggarakan kegiatan pendampingan bagi satuan pendidikan.
Acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Lantang Torang, Kamis, 8 Agustus 2025, dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Turut hadir Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Lamandau, Ny. Norol Latifah Rizky Aditya Putra, yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Lamandau. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Norol Latifah menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya perundungan, kekerasan, dan intoleransi di Kabupaten Lamandau. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan saling menghormati.
"Mari kita hentikan segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun di dunia maya. Toleransi adalah kunci untuk hidup berdampingan dalam keberagaman," ujarnya pada Jumat, 9 Agustus 2025, kepada awak media. Norol menambahkan bahwa perbedaan pendapat, budaya, dan keyakinan harus dihargai sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Dinas Dikbud bersama TP-PKK Lamandau dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah menyusun program bersama.
"Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak di Lamandau," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Lamandau, H. Abdul Kohar, menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meminimalisir tindakan perundungan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mencegah tindakan intoleransi di setiap satuan pendidikan di Kabupaten Lamandau.
"Kami menyadari bahwa anak-anak mungkin belum sepenuhnya memahami bahwa tindakan mereka dapat dikategorikan sebagai perundungan. Oleh karena itu, kami menghadirkan orang tua dan guru dalam kegiatan ini, dengan harapan terjalin visi yang sama dalam mendidik anak-anak sejak usia dini," pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemkab Lamandau berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh anak-anak di Kabupaten Lamandau. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan mampu berkontribusi positif bagi kemajuan daerah. (NATALIA/j)









