PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM melaksanakan proses penilaian kebun sawit mandiri pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2025. Penilaian ini dilakukan oleh tim Internal Control System atau ICS APKSM bersama perwakilan pendamping dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan APKSM Award Volume 2. Tujuannya adalah mengevaluasi sejauh mana pekebun anggota APKSM menerapkan praktik budidaya berkelanjutan dan memenuhi standar sertifikasi internasional.

Group Manager APKSM, Widodo, menjelaskan bahwa penilaian ini mencakup aspek penting seperti pemeliharaan lingkungan, efisiensi budidaya, serta kepatuhan terhadap standar RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

“Kami ingin memastikan bahwa pekebun mandiri tidak hanya bekerja secara produktif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mengikuti standar global,” ujar Widodo dalam rilisnya pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Tim penilai melakukan observasi langsung ke kebun-kebun anggota APKSM, meninjau praktik pemupukan, pengelolaan limbah, konservasi tanah, serta dokumentasi teknis yang menjadi bagian dari sistem sertifikasi. Hasil penilaian ini akan menjadi dasar dalam menentukan penerima penghargaan APKSM Award Volume 2, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kapasitas pekebun ke depan.

"Tahun 2025 menjadi momen penting bagi APKSM, menandai enam tahun perjalanan sejak didampingi oleh PT SSMS Tbk dalam proses sertifikasi RSPO dan ISPO," jelasnya.

Dalam kurun waktu tersebut, APKSM telah menunjukkan kemajuan signifikan, tidak hanya dalam hal teknis budidaya, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Widodo menekankan bahwa perubahan pola pikir para pekebun merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

“Dulu, banyak yang ragu apakah kebun rakyat bisa bersaing di pasar global. Tapi sekarang, mereka lebih percaya diri, lebih peduli terhadap lingkungan, dan lebih terbuka terhadap inovasi,” katanya.

Menurutnya, pendampingan yang konsisten dan pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.

APKSM dan PT SSMS Tbk. berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas pekebun melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan penguatan kelembagaan. Dengan penilaian kebun yang terstandarisasi dan penghargaan yang mendorong motivasi, APKSM berharap dapat menjadi model bagi pengelolaan kebun sawit mandiri yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia. (TESTI PRISCILLA/j)