PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II membidangi Komisi III DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan dini di wilayah pelosok kota. 

Ia meminta, agar pemerintah kota bersama instansi terkait mengambil langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya praktik tersebut demi masa depan anak-anak.

Menurut Sri Ani, pernikahan dini dapat membawa dampak negatif yang luas, mulai dari terhambatnya pendidikan anak, risiko kesehatan, hingga masalah sosial dan ekonomi di kemudian hari. 

“Anak-anak seharusnya mendapatkan kesempatan penuh untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi mereka, bukan terbebani tanggung jawab rumah tangga di usia yang masih sangat muda,” ujarnya, Jumat, 8 Agustus 2025.

Sri Ani mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, serta pihak terkait lainnya untuk melakukan sosialisasi secara intensif, terutama di daerah yang memiliki risiko tinggi terjadinya pernikahan dini. 

“Edukasi harus melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, dan keluarga. Semua pihak punya peran penting,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa pencegahan pernikahan dini tidak cukup hanya dengan sosialisasi, tetapi harus dibarengi dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Dengan begitu, orang tua tidak terdorong untuk menikahkan anak mereka di usia yang belum matang demi alasan ekonomi.

Selain itu, Sri Ani menekankan perlunya penguatan regulasi dan penegakan hukum yang jelas untuk mencegah pernikahan di bawah umur. 

“Aturan sudah ada, tinggal bagaimana kita konsisten menjalankannya. Jangan sampai ada celah hukum yang dimanfaatkan,” katanya.

Politisi PKB ini juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya rencana atau praktik pernikahan dini. Menurutnya, peran serta masyarakat menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai praktik ini.

Dengan langkah pencegahan yang menyeluruh dan kerja sama semua pihak, Sri Ani berharap kasus pernikahan dini di wilayah pelosok Palangka Raya dapat ditekan seminimal mungkin. 

“Kita harus melindungi masa depan anak-anak kita. Mereka adalah generasi penerus yang akan membawa kemajuan bagi daerah ini,” pungkasnya. (MARINI/j)